Lin Chen-you, jurnalis CTi News ditahan atas pelanggaran UU Keamanan Nasional
Seorang reporter merangkap pewarta berita CTi News bernama Lin Chen-you diinterogasi oleh pihak kejaksaan Jumat lalu atas tuduhan memancing petugas militer dengan imbalan ribuan hingga puluhan ribu dolar Taiwan untuk mengorek informasi militer yang kemudian diserahkan kepada Tiongkok. Lin dan lima personel militer lainnya ditahan dengan larangan besuk atas tuduhan korupsi dan pelanggaran UU Keamanan Nasional.
Jurnalis sekaligus pewarta berita CTi News, Lin Chen-you yang sering membagikan aktivitas kerjanya di media sosial, dipanggil jaksa untuk diperiksa terkait dugaan pelanggaran UU Keamanan Nasional. Pada tanggal 17, Lin resmi ditahan dengan larangan kunjungan. Ia diduga memberikan uang, mulai dari beberapa ribu hingga puluhan ribu dolar Taiwan, kepada prajurit sebagai imbalan atas informasi militer yang kemudian diserahkan kepada pihak Tiongkok. Dalam kasus ini, lima personel militer aktif dan purnawirawan lainnya juga turut ditahan dengan larangan komunikasi setelah pengadilan mengabulkan permohonan penahanan.
==Yan Yu-shan // Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Qiaotou==
Setelah diinterogasi, jurnalis Lin diidentifikasikan
Sebagai tersangka yang memberikan uang tunai ribuan dolar Taiwan
Hingga puluhan ribu dolar Taiwan
Kepada personel militer aktif dan melalui mereka
Memberikan informasi terkait militer kepada orang Tiongkok
Kasus infiltrasi militer: pembuatan video menyerah, penyerahan dokumen rahasia
Kasus infiltrasi terhadap personel militer, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, bukanlah hal baru dan telah terjadi sejak masa lalu. Bentuknya beragam, mulai dari pembuatan video memegang bendera bintang lima, video propaganda ajakan menyerah, penandatanganan surat janji setia kepada pihak komunis, komitmen untuk tidak melakukan perlawanan, hingga penyerahan dokumen rahasia militer. Dalam praktiknya, pihak Tiongkok memanfaatkan warga sipil, pengusaha Taiwan, mantan staf partai, geng kriminal, rentenir ilegal serta kelompok keagamaan untuk mendekati anggota militer aktif maupun purnawirawan.
==Lin Ying-yu // Profesor Madya Fakultas Urusan Internasional dan Studi Strategis, Universitas Tamkang==
Salah satu cara dari calo politik ini adalah
Menghubungi orang-orang yang terkait
Dengan harapan
Agar mereka (Tiongkok) dapat mencapai efek breakpoint (perhatian warga terputus)
Cegah kasus infiltrasi militer Tiongkok, sanksi diperberat lewat amandemen UU
Yuan Legislatif telah merevisi undang-undang untuk memperberat hukuman bagi personel militer aktif yang menyerah kepada musuh, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Selain itu, warga yang menghasut perang atau menyebarkan informasi palsu yang membahayakan keamanan nasional dapat dikenai denda hingga NT$1 juta. Rancangan undang-undang terkait saat ini masih dalam tahap peninjauan.
