Iran tekan demonstrasi anti-pemerintah, lebih dari 600 orang tewas
Iran terus menindak demonstrasi anti-pemerintah. Menurut catatan organisasi hak asasi manusia, sedikitnya 648 demonstran telah kehilangan nyawa. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan langkah tegas untuk mengintervensi situasi di Iran.
Trump pertimbangkan "langkah tegas" hadapi otoritas Tehran
Demonstrasi anti pemerintah yang meluas di Iran telah menewaskan ratusan orang. Dunia kini menyoroti kemungkinan pemerintahan Trump menggunakan pendekatan serupa dengan aksi mendadak di Venezuela untuk mendorong pergantian rezim di Iran. Pada 12 Januari, Trump mengumumkan tarif tambahan 25% bagi negara-negara yang masih berdagang dengan Iran dan langsung diberlakukan. Sementara itu, media asing menyebut, langkah tegas Amerika Serikat mungkin mencakup serangan udara dan siber.
Demonstran ditumpas dengan kekerasan, jumlah korban tewas sulit dipastikan
Di sejumlah kota Iran, termasuk Tehran, juga digelar aksi unjuk rasa pro-pemerintah. Puluhan ribu orang mengibarkan bendera nasional dan mengecam campur tangan asing. Aksi-aksi ini sebagian besar diorganisasi pemerintah untuk menandingi demonstrasi anti-pemerintah. Namun, jumlah korban tewas akibat penindasan terhadap pengunjuk rasa terus bertambah. Ditambah putusnya akses komunikasi, lembaga pemantau hak asasi manusia Iran memperingatkan angka korban jiwa sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari laporan resmi.
