Terbesar dalam 3 tahun terakhir, demonstrasi di Iran renggut nyawa 500-an orang
Pemirsa apa kabar, kini Anda tengah menyimak Warta Berita PTS tanggal 12 Januari. Demonstrasi anti-pemerintah di Iran telah berlangsung selama dua minggu dan mengakibatkan sedikitnya 538 orang meninggal. Pertimbangan Presiden Donald Trump untuk melakukan intervensi militer telah memicu reaksi keras dari Iran, yang mengancam akan melancarkan aksi pembalasan terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika di Timur Tengah jika Amerika berani ikut campur.
Keluarga mengidentifikasi jenazah, Iran klaim korban tewas adalah korban teroris
Para keluarga berkumpul di luar pusat medis di Teheran untuk mengidentifikasi jenazah. Pada tanggal 11, televisi pemerintah Iran menayangkan cuplikan puluhan kantong jenazah di luar kantor kejaksaan Teheran, seraya menyatakan bahwa para korban tewas merupakan korban dari aksi teroris bersenjata.
==Wartawan media Associated Press ==
Setidaknya 538 orang tewas pada saat
Pasukan keamanan Iran mengamankan aksi demo
Sambil merobek bendera Iran, massa berseru "Jatuhkan Diktator Khamenei"
Sejak 28 Desember, Iran diguncang demonstrasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan harga dan krisis ekonomi memicu kemarahan massa yang mengarah ke simbol-simbol rezim. Masjid dibakar, patung Qasem Soleimani dan bendera nasional dirusak. Slogan yang semula menuntut perbaikan ekonomi kini berubah menjadi seruan politik yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.
Garda Revolusi tembaki demonstran, korban jiwa melonjak, sistem medis kolaps
Meskipun otoritas Iran memblokir internet dan jaringan komunikasi sejak 8 Januari, gelombang protes tak terbendung. Kerusuhan pecah di lebih dari 100 lokasi. Media internasional melaporkan Garda Revolusi menembaki para pengunjuk rasa, membuat jumlah korban tewas melonjak hingga 538 jiwa.
Aksi demo memasuki minggu ketiga, Iran tuduh AS dan Israel sebagai provokator
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang kerusuhan, serta berencana menggelar aksi massa nasional pada 12 Januari untuk mengecamnya. Iran juga mengeluarkan peringatan keras, jika AS melancarkan serangan militer terhadap Iran dengan dalih demonstrasi, Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah.
== Mohammad Baqer Qalibaf // Ketua Majelis Nasional Iran==
Untuk presiden Amerika Serikat yang paranoid itu
Berhati-hatilah
Trump nyatakan siap bantu demonstran, Iran minta negosiasi
Pada 10 Januari, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan opsi militer sebagai respons atas kekerasan Iran terhadap demonstran. Israel pun menggelar rapat keamanan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan reaksi berantai. Namun sehari kemudian, Trump mengungkapkan bahwa pemimpin Iran menghubunginya untuk meminta negosiasi, dan kedua pihak kini sedang menyiapkan pertemuan.
