NCC: Penggunaan TikTok meningkat hingga 47,5%
Amerika beberapa kali mempertimbangkan larangan terhadap media TikTok karena dikhawatirkan berpotensi mengancam keamanan tekematika. TikTok sering digunakan sebagai sarana propaganda politik untuk melawan Taiwan. Namun, survei terbaru menunjukkan, proporsi warga Taiwan, terutama di kalangan anak muda yang menggunakan TikTok telah meningkat dari 18,7% enam tahun lalu menjadi 47,5% tahun lalu.
Cara orang mengonsumsi konten informasi di zaman serba medsos ini semakin beragam, misalnya menunduk sambil menatap ponsel. Berdasarkan survei Badan Komunikasi Nasional (NCC), lebih dari 80% masyarakat pernah menonton konten dan berbagi video di platform daring. Di antaranya, penggunaan TikTok mengalami pertumbuhan pesat, melonjak hingga 47,5% pada tahun lalu.
==Siswa bermarga Liu // Pengguna medsos di kalangan usia 16-25 tahun==
Pakai Instagram lalu lihat-lihat di TikTok
==Ibu Han // Pengguna medsos pada kalangan usia 26-35 tahun==
Saya tidak pernah menggunakan TikTok
Karena saya (lebih suka) menonton video pendek
Yang dibagikan melalui Xiaohongshu dan Facebook
Tertinggi, kelompok pengguna TikTok usia 16-25 tahun melonjak 72% dalam 6 tahun
Laporan “Pasar Komunikasi dan Penyiaran Tahun 2025” yang dirilis NCC menunjukkan, kelompok yang pernah menonton TikTok dengan pertumbuhan paling besar adalah usia 16 hingga 25 tahun, meningkat dari 24% pada 2019 menjadi 72% pada tahun lalu.
==Hsu Ya-jen // CEO Jing Chuan Child Safety Foundation==
Selama masa sekolah menengah atas
(Remaja) menghabiskan banyak waktu dalam media sosial
Jika algoritma atau mekanisme bisnis platform
Tidak mempertimbangkan dampak negatif pada pengguna
Hal ini juga akan berdampak negatif pada masyarakat dan negara
Pemerintah tugaskan lembaga swasta untuk merancang mekanisme pengaduan
Frekuensi remaja yang mengakses TikTok semakin intens, namun pemerintah tidak berwenang melakukan penyaringan konten dan hanya mengandalkan peraturan yang ditentukan platform. Jika muncul informasi yang tidak pantas bagi anak dan remaja, pemerintah akan menugaskan lembaga swasta untuk melakukan penghapusan dan melapor melalui “jalur hijau” yang disediakan platform.
Konten pornografi, perundungan, kekerasan tempati tiga teratas kasus pengaduan
Institusi Pengawas Jaringan Internet (iWIN) menyebutkan, tiga kasus pengaduan teratas didominasi oleh masalah pornografi, perundungan dan kekerasan. iWIN menegaskan, selain terus mendorong platform untuk membangun mekanisme perlindungan bagi anak dan remaja, apabila ditemukan konten ilegal dan tidak diperbaiki dalam batas waktu yang ditentukan setelah mendapat teguran dari otoritas berwenang, pelaku usaha platform akan dikenai denda sebesar NT$60.000-300.000.
