Impor kepiting berbulu Tiongkok mengandung dioksin, seluruh batch dimusnahkan
Musim menyantap kepiting berbulu telah tiba, namun Badan Pengawas Obat dan Makanan baru-baru ini memeriksa sebuah batch impor kepiting berbulu dari Tiongkok yang ditemukan mengandung zat dioksin dengan kadar 2,6 kali lipat melampaui standar. Untungnya seluruh batch tersebut telah dikembalikan atau dimusnahkan sehingga tidak beredar di pasaran.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) berhasil mendeteksi kandungan dioksin, atau yang dikenal sebagai racun abad, pada batch kepiting berbulu seberat 14,6 ton yang diimpor dari Tiongkok dengan kadar 2,6 kali lipat melampaui standar. Zat dioksin kerap terdeteksi pada produk kepiting berbulu Tiongkok. Tahun lalu juga ada satu batch seberat 6.400 kg yang terdeteksi mengandung dioksin. Peternak di Provinsi Hubei yang melanggar peraturan kali ini akan dicabut izin ekspornya. Dokter mengingatkan, warga yang tidak sengaja mengonsumsi kepiting berbulu yang terkontaminasi racun berisiko menderita penyakit lever dan kanker.
