Gaza: Jumlah korban tewas lampaui 40.000, korban cedera capai 92.000 orang
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pekan lalu, bahwa konflik antara Israel dan Hamas sejauh ini telah menewaskan lebih dari 40.000 orang dan korban cedera melebihi 92.000 orang, mencatat rekor suram dalam konflik yang telah berlangsung selama 10 bulan. Oleh sebab itu, PBB menyerukan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan semua sandera.
Korban tewas bertambah, penggali kuburan di Gaza kelabakan sepanjang hari
Dari pagi hingga malam, penggali kuburan sibuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terahir. Namun, jumlah jenazah terlalu banyak, rata-rata 50-70 kuburan harus digali setiap hari. Ruang yang tersedia tidak memadai saking banyaknya jumlah jenazah yang berdatangan.
==Penggali kuburan di Gaza==
Sudah tidak ada ruangan untuk mengubur jenazah
Tidak ada ruang untuk menutup atau mengubur
Sekarang kami cuma bisa menggali semen
Dan kuburan lama untuk memasukkan jenazah
Gaza: Jumlah korban tewas lampaui 40.000, korban cedera capai 92.000 orang
Tanggal 15, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan, jumlah korban tewas dalam konflik Israel-Hamas telah melampaui 40.000 dan korban cedera mencapai 92.401, mencatat rekor kelam dalam konflik yang telah berlangsung selama 10 bulan di Gaza. Kondisi Gaza porak-poranda, sekitar 2,3 juta orang terpaksa mengungsi. Pengungsi Palestina tidak tahu harus menuju ke mana dan cuma bisa membangun tenda sementara di sebelah kuburan.
PBB kecam tentara Israel berulang kali melanggar aturan perang
PBB Kamis lalu menyerukan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan semua sandera. PBB juga mengkritik pasukan pertahanan Israel terkait kegagalannya berulang kali dalam mematuhi aturan perang yang menyebabkan banyak korban jiwa.
==Volker Türk // Komisaris Tinggi HAM PBB==
Selama 10 bulan ini
Jumlah korban pembunuhan di Gaza mencapai 130 orang per hari
Korban tewas sebagian besar adalah wanita dan anak-anak
Perundingan gencatan senjatan tahap terbaru diadakan di Doha, Qatar
Putaran baru perundingan gencatan senjata Israel-Hamas diadakan di Kota Doha, Qatar. Hamas yang tidak berpartisipasi dalam perundingan putaran pertama, menyatakan di media sosial bahwa serangan Israel yang berkelanjutan merupakan hambatan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
