Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas terbunuh di Iran
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dilaporkan tewas terbunuh di Teheran, Iran, pada hari Rabu. Sebelumnya, Haniyeh baru saja menghadiri pelantikan presiden baru Iran. Hamas mengklaim bahwa Haniyeh tewas terbunuh dalam serangan udara Israel.
Berita terbunuhnya Ismail Haniyeh diumumkan pada waktu hampir bersamaan oleh Korps Garda Revolusi Iran dan Hamas, masing-masing mengklaim bahwa serangan udara Israel pada kediaman Haniyeh di Teheran telah menewaskan Haniyeh dan seorang pengawalnya, tapi pihak Iran tidak menerangkan proses penyerangannya.
3 putra, 4 cucu Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di Gaza April lalu
Haniyeh, berusia 62 tahun, lahir di kamp pengungsi Shati di Gaza, aktif berpartisipasi dalam aksi kekerasan melawan pemerintahan Israel selama bertahun-tahun. April lalu, tiga putra dan empat cucu Haniyeh meninggal dalam serangan udara Israel di Gaza.
Berpangkalan di Qatar, Haniyeh tetap memimpin sebagai Kepala Politbiro Hamas
Disebabkan unsur internal dan eksternal, Haniyeh kemudian terpaksa pindah ke Qatar tapi tetap memimpin sebagai Kepala Politbiro Hamas, dan berkali-kali muncul pada berbagai acara diplomatik atas nama Hamas, maka dianggap sebagai wajah diplomasi Hamas.
