Grup pecinta hewan luncurkan petisi larangan balap merpati lintas samudra
Guna menghentikan kontes "Balap burung merpati lintas samudra", komunitas perlindungan hewan meluncurkan petisi untuk ditandatangani bersama pada tanggal 11 Juni lalu. Tidak sampai 1 bulan, jumlah surat petisi telah mencapai sebanyak 8.254 buah. Komunitas pecinta hewan menegaskan, masyarakat bukan tidak peduli, namun tidak mengetahui kondisi merpati balap yang sesungguhnya. Dengan petisi, pemikiran untuk larangan barulah terbentuk, sehingga instansi pemerintah juga dapat turut menyikapinya.
Grup pecinta hewan berkumpul dan nyanyikan lagu “Merpati Putih” di depan CEC
Puluhan pecinta merpati menyanyikan lagu "Merpati Putih" di depan Komisi Pemilu Pusat (CEC). Seorang pemilik hewan membawa merpati balap yang sempat dibuang dan merpati peliharaannya "Wai Wai" ke lokasi untuk menunjukkan dukungan. Ia mengatakan bahwa sayap kiri Waiwai patah total selama penyelamatan dan dokter hewan terpaksa mengamputasi separuh sayapnya.
==Wang Li-wen // Pemilik hewan==
Saya rasa sangat disayangkan
Kalau ia masih memiliki sebuah sayap
Untuk terbang tinggi, betapa indahnya
Ratusan ribu merpati tewas secara konyol dalam ajang balap merpati lintas samudra
Kelompok penyelamat burung Taiwan menunjukkan bahwa balap merpati lintas samudra Taiwan menyebabkan kematian ratusan ribu merpati setiap tahun. Walau Yuan Kontrol telah merilis laporan survei pada 2012, kondisinya juga tidak membaik. Sepuluh tahun kemudian, balap merpati lintas samudra masih berlanjut. Kejuaraan ini juga masih berlangsung selama dua bulan ini. Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa, cuma petisi yang bisa membalikkan semuanya ini.
==Wu Yu-xin // Sekjen kelompok penyelamat burung Taiwan / penggalang petisi==
Ia adalah hewan darat, ia tidak seharusnya terbang di atas laut
Kami berharap melalui petisi kali ini
Bisa mendorong lebih banyak orang untuk memahami
Dan menggerakkan seluruh instansi pemerintah terkait
Jumlah peserta petisi tahap ke-2 minimal 400.000 orang, tak mudah tercapai
Kelompok pecinta hewan melayangkan petisi tahap pertama berisi 8.254 tanda tangan kepada CEC dan menyatakan, setelah petisi tahap pertama disetujui bulan November, petisi tahap kedua akan segera diluncurkan dan diselesaikan pada pertengahan Maret tahun depan dan akan dikirim ke CEC dan Departemen Pendaftaran Rumah Tangga agar dapat dirampungkan sebelum referendum bulan Agustus tahun depan. Namun, jumlah peserta petisi tahap kedua, untuk amannya harus sebanyak 400.000 orang, bukanlah suatu angka kecil yang mudah tercapai.
