Lahan basah Wugu di Yilan digerogoti tanaman air, bantaran sungai tersumbat
Lahan basah Wugu di Kabupaten Yilan akhir-akhir ini menjadi sarang eceng gondok, menyebabkan sungai tersumbat. Warga khawatir, jika terjadi hujan lebat, hal ini dapat menghambat aliran air dan menyebabkan banjir serta berpotensi memicu proses eutrofikasi air setempat yang akhirnya akan berdampak terhadap ekosistem.
Dilihat dari udara, irigasi Wugu di Lahan Basah 52Jia telah menjadi sarang tanaman air seperti eceng gondok dan kiambang, membuat bantaran sungai tersumbat laksana permadani hijau, namun kelompok pecinta lingkungan juga khawatir bahwa tanaman air ini dapat menyebabkan banjir bahkan menyebabkan bencana ekologis akibat kadar nutrisi berlebihan.
Warga pertama kali menyaksikan fenomena ini, berimbas pada aktivitas rekreasi air
Mesin skala besar digunakan untuk mengeruk tanaman air dari dalam sungai. Warga juga memakai perahu untuk membantu membersihkan. Warga setempat mengatakan,ini adalah pertama kalinya mereka melihat situasi demikian, yang bukan hanya memengaruhi rekreasi naik sampan, minat pemancing ikan pun buyar.
Luas lahan yang terimbas capai 100 meter, pemkab luncurkan upaya pembersihan
Kelompok pecinta lingkungan mengatakan, tanaman air kerap muncul di area Wugu sekitar Festival Peh Cun setiap tahunnya. Akibat faktor siklus cuaca, jumlah tanaman tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Luas lahan yang terdampak saat ini mencapai sekitar 100 meter. Pemkab telah meluncurkan upaya pembersihan.
