Grup restoran Indonesia pekerjakan kaum tunarungu mulai dari koki hingga pelayan
Di kawasan selatan Bali, Indonesia, ada sebuah grup restoran yang mempekerjakan kaum tunarungu, bahkan CEO SDM-nya juga seorang catat pendengaran. Pendidikan dan pelatihan pegawai, dan disematkannya banyak unsur bahasa isyarat telah menjadi keunikan restoran.
Koki-pelayan semuanya kaum tunarungu, pemesanan makanan tak berkendala
Restoran rendah kalori yang menonjolkan hidangan sehat di area wisata sibuk ini mempekerjakan kaum tunarungu, mulai dari koki hingga pelayannya. Pelanggan yang tiba tak perlu takut karena semua staf tunarungu memakai lencana di atas seragam mereka. Pemesanan makanan dapat dilakukan dengan cara menunjuk. Koki Dily yang juga tunarungu, telah bekerja di sini selama hampir dua tahun dan menyukai profesinya.
==Dily // Koki tunarungu==
Sebelumnya, saya berada di level terendah, cuma saya satu-satunya tunarungu
Alhasil bukan cuma (naik) satu level
Namun naik tiga level, saya sngat terperanjat
Rangkul toleransi, desain Warung Inklusiv sertakan unsur bahasa isyarat
Tak jauh dari sekitarnya, ada rumah makan kedua dari grup restoran ini yang desainnya juga melibatkan unsur bahasa isyarat. Namanya "Warung Inklusiv".
==Ade Wirawan // CEO SDM restoran==
Karena di Bali ada banyak pengangguran
Ada banyak kaum tunarungu yang tidak mendapatkan pekerjaan
Mereka akhirnya memilih untuk bekerja sama dengan saya
CEO SDM restoran juga kaum tunarungu, ajari staf normal bahasa isyarat
Di bawah pengarahan Ade, setiap pegawai harus memahami budaya tunarungu dan mempelajari bahasa isyarat terlebih dahulu sebelum bekerja di sini. Desain menunya juga unik. Pertama-tama pelanggan akan dijelaskan alasan pendirian restoran dan diberikan instruksi abjad bahasa isyarat Indonesia, kemudian mereka dapat memindai kode QR untuk belajar bahasa isyarat yang kerap digunakan untuk memesan makanan.
