Gunung Ruang terus bergejolak, status siaga dinaikkan ke level tertinggi
Gunung Ruang di Sulawesi, Indonesia telah meletus lebih dari 6 kali dalam setengah bulan terakhir, melontarkan lahar dan batu vulkanik dengan kolom abu setinggi dua kilometer. Status Gunung Ruang telah ditingkatkan dari siaga menjadi level tertinggi yakni awas, otoritas setempat memutuskan untuk mengevakuasi puluhan ribu warga lokal secara permanen.
Gunung Ruang muntahkan lahar abu vulkanik; puluhan ribu warga dievakuasi
Gunung berapi Ruang di ujung utara Provinsi Sulawesi Utara terus bergejolak dalam beberapa minggu terakhir dan kembali meletus tanggal 30 April, menyemburkan lahar dalam jumlah besar. Awan debu vulkanik berwarna abu kehitaman terhembus setinggi 2 km. Pihak berwenang menaikkan status siaga menjadi level tertinggi dan memperingatkan puing gunung yang jatuh ke laut berpotensi memicu tsunami. Otoritas setempat juga menutup sementara bandara internasional di ibu kota Manado yang berjarak 100 km dan memutuskan untuk mengosongkan Pulau Ruang secara permanen serta mengevakuasi sekitar 10.000 penduduk Pulau Tagulandang yang berada di seberangnya untuk direlokasikan ke rumah permenan di wilayah penampungan baru.
Selamatkan hewan peliharaan, kelompok pencinta hewan kembali ke atas pulau
Namun, berhubung warga tergesa-gesa melarikan diri, banyak hewan peliharaan masih tertinggal di pulau tersebut. Atas permintaan pemilik, relawan dari kelompok pencinta hewan mengambil risiko naik perahu, kembali ke area terimbas berkali-kali untuk memberi makan dan membawa hewan tersebut ke area penampungan sementara untuk diperiksa dan diobati oleh dokter hewan. Setelah menjalani vaksinasi, mereka dipindahkan ke tempat yang aman.
Relawan berupaya selamatkan hewan peliharaan, pemilik terharu saat terima kabar
Tim relawan telah menyelamatkan belasan hewan dalam beberapa hari terakhir, namun ada beberapa hewan peliharaan yang panik setelah melarikan diri sehingga tidak dapat diselamatkan untuk saat ini. Beberapa pemilik sangat bersyukur mengetahui hewan peliharaannya masih hidup setelah melihat kabar di media.
