Aksi dukung Palestina meluas ke 20-an universitas AS, ratusan demonstran ditahan
Dalam rangka memprotes operasi militer Israel di Gaza, demonstrasi anti-perang telah menyebar ke lebih dari 20 kampus di Amerika, ratusan demonstran telah ditahan. Walau Universitas Columbia menyatakan akan menghukum dan megeluarkan siswa yang terlibat dalam demonstrasi, mereka tetap menolak menghentikan aksi protes dan meninggalkan kampus.
Polisi pakai senjata kejut listrik, peluru karet dan menahan mahasiswa Univ. Emory
Polisi menghempaskan para mahasiswa yang melakukan protes ke tanah dan mengikat tangan mereka ke belakang punggung. Emosi para demonstran meluap, mereka berteriak agar dilepaskan. Polisi yang tiba di Universitas Emory di Provinsi Georgia menggunakan senjata kejut listrik, peluru karet dan granat merica serta menahan lebih dari 20 orang dalam kurun beberapa menit. Seorang profesor universitas menggambarkan adegan ini laksana medan perang.
==Mahasiswa Universitas Emory==
Ini di luar kendali, saya barusan melihat polisi
Menggunakan aksi kekerasan berlebihan terhadap para demonstran
Saya menyaksikan polisi menghempaskan siswa ke tanah
Jelas-jelas ada serangkaian upaya penangkapan
Dukung Palestina, ratusan siswa 20-an kampus di 16 negara bagian AS ditahan
Operasi militer Israel di Gaza terus memicu arus demonstrasi di berbagai kampus Amerika. Ratusan demonstran yang tersebar di 20-an kampus di 16 negara bagian di seluruh AS telah ditangkap.
Demonstran diminta bubar atau hadapi skorsing dan dikeluarkan dari sekolah
Universitas Columbia melayangkan surat kepada para mahasiswa, meminta para demonstran untuk mengosongkan area tersebut atau menghadapi skorsing. Namun, organisasi mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak akan beranjak sampai pihak kampus memenuhi tuntutan mereka.
==Sueda Polat // Pencetus demonstrasi mahasiswa Universitas Columbia==
Kami tidak akan digoyahkan oleh strategi ancaman semacam ini
Kini mahasiswa di luar sudah dikerahkan
Hari ini ada ratusan orang di sini, mereka tidak akan beranjak
Siswa ajukan 3 tuntutan kepada kampus, ditolak oleh kepala universitas
Para mahasiswa yang melakukan protes mengajukan tiga tuntutan utama kepada Universitas Columbia, mencakup pencabutan dana bagi Israel, transparansi keuangan universitas dan tidak menghukum guru dan siswa yang terlibat dalam protes. Namun, kepala Universitas Columbia menyatakan tidak akan menyetujui tuntutan tersebut, namun mengusulkan investasi di bidang kesehatan dan pendidikan di Gaza dan berjanji untuk mejadikan investasi langsung oleh pihak kampus lebih transparan.
