Pengungsi Rohingya berdatangan, warga Aceh merasa keberatan dan tak puas
Pengungsi Rohingya di Asia Tenggara melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, beberapa dari mereka naik perahu ke Provinsi Aceh di Indonesia. Lonjakan jumlah pengungsi dalam dua bulan terakhir menyebabkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat setempat. Sejumlah mahasiswa bergegas ke penampungan dan mendesak pemerintah untuk mengusir para pengungsi tersebut.
Hampiri pusat penampungan, mahasiswa Aceh usir warga Rohingya
Tanggal 27, sejumlah mahasiswa berseragam hijau Provinsi Banda Aceh bergegas ke ruang bawah tanah pusat konferensi yang menampung pengungsi Rohingya untuk mengusir mereka. Wanita dan anak-anak yang duduk menangis saking takutnya.
Gerogoti sumber daya setempat, pengungsi Rohingya jadi beban warga Aceh
Ayah yang menggendong anaknya pun menangis tak berdaya. Menurut statistik Badan Pengungsi PBB, lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya telah tiba di Aceh, Indonesia dengan kapal dari Bangladesh sejak bulan November. Jumlah ini mencapai angka tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Namun, jumlah orang yang mencari suaka telah melonjak dan menggerogoti sumber daya yang terbatas jumlahnya sehingga menimbulkan beban setempat.
Mahasiswa serukan pengusiran pengungsi, pengungsi dipindahkan ke tempat lain
Mahasiswa yang memimpin unjuk rasa mengancam akan melancarkan protes berskala besar jika pemerintah tidak mengusir para pengungsi. Atas tekanan mahasiswa, pihak terkait segera memindahkan warga Rohingya yang juga beragama Islam untuk ditampung di tempat lain.
Indonesia imbau negara-negara lainnya untuk berbagi tanggung jawab
Pemerintah Indonesia menyalahkan tibanya pengungsi Rohingya pada penyelundupan manusia. Investigasi kasus terkait sedang diluncurkan saat ini. Pihak berwenang juga menekankan bahwa Indonesia tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB sehingga tidak dapat dipaksa untuk menerima pengungsi dari Myanmar dan menyerukan negara-negara tetangga untuk berbagi tanggung jawab.
