Sebagian negara melegalkan ganja, di Taiwan tergolong narkoba tingkat 2
Taiwan menggolongkan ganja atau marijuana sebagai narkoba level 2, namun di beberapa negara seperti Thailand, ganja dapat digunakan secara sah. Belum lama ini, dilaporkan bahwa seorang selebriti internet Taiwan ditangkap karena diduga memiliki ganja, yang memicu diskusi terkait legalisasi penggunaan ganja di Taiwan.
Survei: 93% orang Taiwan tidak setuju melegalkan ganja
Belakangan ini terdapat beberapa influencer yang terlibat dalam dalam kasus ganja dan ditahan. Hal ini memicu diskusi publik tentang legalisasi ganja. Survei yang dilakukan organisasi masyarakat menunjukkan, 93,5% responden tidak setuju melegalkan ganja.
==Dokter Zheng Wei // Direktur Eksekutif Asosiasi Common Good==
Pendukung legalisi ganja
Memiliki pengetahuan dan sikap terhadap ganja
Tidah hanya jauh lebih rendah dari pemrotes
Setelah semua prosedur survei terlaksana
Hampir 93,5% orang menyatakan tidak setuju
Legalisasi ganja: 93% masyarakat tidak setuju
Dari 38.502 kuesioner yang valid, sebagian besar responden menjawab dengan benar adalah pertanyaan tentang apakah pemakaian ganja berlanjut pada anak muda akan menyebabkan penurunan IQ; sedangkan paling banyak yang salah adalah tentang penggunaan ganja di bawah umur di AS, disusul wilayah yang melegalkan ganja, kemudian legalisasi penggunaan ganja untuk perawatan medis dan yang terakhir tentang penggunaan ganja untuk hiburan.
LSM menyerukan pencegahan ganja masuk ke lingkungan sekolah
Kepolisian New Taipei baru-baru ini juga berhasil menciduk kasus mahasiswa magister yang menjual ganja. Ormas menyerukan kepada pemerintah untuk mensosialisasikan tentang jenis ganja dan ganja medis, dan menerapkan pendidikan anti-narkoba di lingkup pendidikan untuk mencegah penyalahgunaan saat mempelajari nilai medisnya. Kementerian Pendidikan juga menyatakan bahwa inspeksi dan konseling juga akan diterapkan untuk menjaga kesehatan siswa.
