Ditjen Olahraga: Tainan di posisi teratas daftar obesitas di antara 6 kota
Menurut daftar obesitas enam kota tahun 2022 yang dirilis Ditjen Olahraga di bawah Kementerian Pendidikan, Kota Tainan kembali menduduki urutan top dengan mencatat skala obesitas 43,2%, berarti empat dari sepuluh orang mengalami kelebihan berat badan. Atas hal ini, Wali Kota Huang Wei-che mengaku, memang sulit untuk menahan nafsu makan di hadapan kuliner lezat, tapi warga tetap diingatkan untuk menerapkan pola makan sehat.
Kuliner Tainan sangat populer dengan cita rasanya yang cenderung manis
Nasi panas yang ditaburi daging cincang pasti akan mengundang selera makan apalagi kalau ada lauk lainnya.
==Warga==
Sejak zaman dahulu, ada banyak orang di Kota Tainan yang suka mengonsumsi gula
Kuliner Tainan sangat populer dengan cita rasanya yang cenderung manis
Tak hanya daging cincang, kue mangkok yang dipadu dengan kuah daging juga mengandung kalori tinggi, bahkan minuman pun sewaktu-waktu bisa meningkatkan kalori.
==Chen Kai-wei // Pelaku usaha toko minuman==
Warga Tainan memang cenderung suka yang agak manis
Namun karena memang cocok dengan selera warga setempat
Sebagai orang Tainan, saya tidak setuju (di tingkat pertama daftar obesitas)
Walau sama-sama gemuk seperti saya, tapi saya gemuknya sehat
Tainan berada di posisi teratas daftar obesitas di 6 kota dengan skala 43,2%
Makanan ringan di Tainan sangat terkenal, namun menurut daftar peringkat obesitas di enam kota tahun 2022 yang diumumkan Ditjen Olahraga, Kementerian Pendidikan, Kota Tainan berada di posisi teratas dengan skala 43,2%, yang berarti empat dari sepuluh orang mengalami kelebihan berat badan. Bahkan Huang Wei-che selaku Wali Kota Tainan pun tidak luput dari hal ini.
==Huang Wei-che // Wali Kota Tainan==
Selama menjabat sebagai wali kota beberapa tahun ini
Saya juga bertambah gemuk
Oleh sebab itu, tetap diimbau
Agar wali kota bisa menuntun warga untuk sama-sama melakukan diet
Departemen Kesehatan luncurkan program dan kelas kesehatan bagi warga
Departemen Kesehatan Kota Tainan menekankan, mereka juga meluncurkan program kesehatan di lapangan kerja bagi warga usia 18-64 tahun. Selain itu, mereka juga mendirikan pos penunjang kesehatan dan klub kebugaran, serta membudayakan gaya hidup sehat melalui kelas makanan berimbang untuk meningkatkan kesehatan kaum lansia.
