Wanita di Islandia mogok kerja memperjuangkan kesetaraan upah
Konferensi Ekonomi Dunia menilai Islandia sebagai negara dengan tingkat kesetaraan gender tertinggi di dunia selama 14 tahun berturut-turut. Namun, wanita di Islandia masih mengalami ketidakadilan dalam upah pembayaran dan ancaman kekerasan dari laki-laki. Tanggal 24, puluhan ribu wanita termasuk Perdana Menteri wanita Islandia saat ini, meninggalkan pekerjaan dan berdemo di jalanan untuk menanggapi "Hari Libur Wanita".
Mogok kerja perjuangkan kesetaraan upah, PM Islandia ikut berpartisipasi
Tanggal 24 wanita dari semua lapisan berkumpul di ibu kota Reykjavik untuk menanggapi "Hari Libur Wanita". Semua kalangan, baik itu pekerja, ibu rumah tangga bahkan Perdana Menteri, turut berpartisipasi dalam mogok kerja dan berdemo di jalanan untuk menarik perhatian sosial, berharap ketidaksetaraan upah dan ancaman kekerasan jangka panjang bisa dituntaskan.
==Katrín Jacobsdóttir // Perdana Menteri Islandia==
Saya putuskan tidak kerja hari ini
Namun saya tetap siaga karena pekerjaan saya
Saya mendukung kegiatan ini
Sangat gembira melihat banyak yang bersolidaritas
Lebih dari puluhan ribu orang mogok kerja, toko tutup ikut bersolidaritas
Menurut statistik resmi Islandia, jeda upah antara pria dan wanita tahun 2021 adalah 10,2%. Kali ini yang ikut serta dalam mogok kerja sekitar ratusan ribu orang. Ini berdampak pada operasi instansi pemerintah, sekolah dan sistem medis. Tidak sedikit pengusaha menutup toko ikut mengungkapkan solidaritas mereka.
