Perang Israel-Palestina memanas, Israel perintahkan pengepungan Jalur Gaza
Konflik Israel-Palestina telah memasuki hari ke-4, jumlah korban tewas kedua belah pihak lebih dari 1.600 orang, termasuk banyak warga negara asing, dan banyak orang yang diculik menjadi sandera kelompok HAMAS. Pemerintah Israel memerintahkan pengepungan Jalur Gaza, namun HAMAS membalas dan mengatakan Gaza telah siap dan tetap bisa bertahan beberapa bulan.
Israel kepung Jalur Gaza, putuskan pasokan listrik, makanan dan medis
Ledakan api menerangi langit malam. Sejak tanggal 10 tengah malam, Israel terus melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Tiga hari setelah konflik Israel-Palestina, pemerintah Israel memutuskan untuk menerapkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza, yang merupakan markas Hamas dengan populasi 2,3 juta jiwa, dengan memutus semua pasokan listrik, makanan, bahan bakar dan medis. PM Netanyahu bahkan mengancam dengan mengatakan bahwa pembalasan terhadap Hamas baru saja dimulai.
==Benjamin Netanyahu // PM Israel==
Musuh keji ini menginginkan perang
Mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan
Penyerangan dan penghancuran
Markas utama Hamas di Jalur Gaza barulah permulaan saja
Komandan Hamas: Gaza telah lakukan persiapan, bisa bertahan berbulan-bulan
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa pemimpin Hamas, Yahya Sinwa dan Ayman Yunis keduanya tewas. PM Netanyahu meminta partai oposisi untuk bersatu dan mendukung perjuangan pemerintah melawan Hamas, juga menegaskan bahwa operasi militer Israel berikutnya akan mengejutkan beberapa generasi mendatang di Palestina. Tapi komandan Hamas membalas dengan mengatakan Gaza telah melakukan persiapan dan mampu bertahan selama beberapa bulan lagi.
==Ali Barakeh // Komandan Kelompok Hamas==
Rakyat Palestina akan bersabar dan bertahan
Kami memiliki persediaan memadai selama berbulan-bulan
Warga AS, Kanada, Rusia, Thailand, Irlandia tewas dalam konflik berdarah
Konflik Israel-Palestina terparah dalam beberapa dekade terakhir ini, tidak hanya memakan banyak korban jiwa di kedua belah pihak, namun juga berdampak pada banyak orang dari berbagai negara, termasuk warga negara Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Thailand dan Irlandia, yang tewas dalam serangan tersebut. Qatar dan Mesir telah meluncurkan mediasi. Turki juga bersedia menjadi penengah. Presiden Pemerintahan Otonomi Palestina menyerukan PBB untuk segera melakukan intervensi guna mencegah konflik semakin memburuk.
