Air limbah nuklir Fukushima resmi dibuang ke dalam laut selama 30 tahun
PLTN Fukushima Jepang, secara resmi membuang air limbah nuklir ke laut mulai kemarin. Untuk tahap pertama mencatat sebanyak 7.800 ton, yang diprediksi membutuhkan waktu 17 hari untuk penyelesaian tugas pembuangan tersebut. Selain itu, jumlah total pembuangan hingga akhir tahun, adalah sebanyak 31.200 ton. Di sisi lain, untuk proses penyelesaian pembuangan 1,34 juta ton air limbah nuklir, membutuhkan waktu sekitar 30 tahun.
Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo: Limbah diolah dengan Sistem APLS
Menurut Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (Tokyo Electric Power Company) yang mengelola pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, air limbah nuklir yang dibuang kali ini tidak hanya dilarutkan dengan air laut dalam jumlah besar, namun juga diolah dengan "Sistem Pemrosesan Cairan ALPS". Limbah tersebut kemudian dibuang ke Samudra Pasifik sekitar 1 km dari pantai melalui saluran bawah tanah.
Tiongkok hentikan sementara impor produk akuatik dari Jepang
Selain unjuk rasa di Jepang, negara tetangga Asia seperti Tiongkok dan Korea Selatan juga terus mengecam tindakan Jepang. Ditjen Bea Cukai Tiongkok tanggal 24 mengumumkan, dalam rangka melindungi keselamatan konsumen Tiongkok, mulai sekarang mereka akan menangguhkan impor semua produk akuatik dari Jepang.
Disetujui IAEA, air limbah nuklir Fukushima penuhi standar keselamatan
Menurut prosedur yang disetujui oleh IAEA (Biro Energi Atom Internasional), kandungan Tritium dalam air limbah PLTN Fukushima yang diolah dan diencerkan dengan ALPS adalah sekitar 43-63 bq/liter, jauh lebih sedikit dari konsentrasi semula sebesar 1.500 bq dan jauh lebih rendah dari standar keselamatan yang ditentukan WHO.
==Tony Hooker // Profesor Biologi Melekuler, University of Adelaide==
Fasilitas tenaga nuklir utama di Tiongkok, Korea Selatan dan Taiwan
Semuanya membuang partikel Tritium ke dalam laut
Kandungan Tritium yang dibuang ke dalam laut oleh beberapa negara Asia ini
Jumlah dan konsentrasinya jauh lebih tinggi dibandingkan Jepang
Pemeriksaan terhadap Ikan Sauri dari area lepas pantai akan ditingkatkan
Walau diakui oleh IAEA, aksi unjuk rasa tetap muncul di Jepang dan luar negeri. Nelayan Taiwan juga melakukan protes. Ditjen Perikanan menekankan telah menetapkan data dasar zona maritim, semua anomali dapat dibandingkan di masa depan. Saat ini diprediksi, dampak terhadap perairan pesisir kecil. Ke depannya, pemeriksaan terhadap Ikan Sauri yang ditangkap di area lepas pantai akan ditingkatkan.
