200 "pemberitahuan pembunuhan" di Korea Selatan, mencakup seluruh negara
Minggu lalu di Korea Selatan, terjadi insiden penikaman acak, mengakibatkan lebih dari 10 orang cedera dan tewas. Tak disangka, "pemberitahuan pembunuhan" muncul di internet. Polisi telah meningkatkan patroli di daerah ramai dan menangkap 65 orang yang menyebarkan "pemberitahuan pembunuhan" yang sebagian besar adalah remaja.
Pembunuhan acak sering terjadi, 200 pemberitahuan dalam setengah bulan
Belakangan ini sering terjadi pembunuhan acak di Korea Selatan. Awalnya terjadi di pusat perbelanjaan di Seongnam, Gyeonggi-do, yang mengakibatkan 14 orang tewas dan terluka. Keesokan harinya, seorang pria di Kota Metropolitan Daejeon menyerang seorang guru dan gagal. Sebenarnya dalam setengah bulan ini telah terdapat 200 “pemberitahuan pembunuhan”, termasuk ancaman pembunuhan di jalan dan pengeboman di bandara. Hal ini telah meresahkan masyarakat.
Polisi telah menangkap 65 pelaku, separuhnya remaja
Kantor berita Yonhap melaporkan, sampai tanggal 7 Agustus, telah menangkap 65 penyebar “pemberitahuan mebunuhan”, yang sebagian besar adalah remaja yang berusia di bawah 20 tahun. Mereka mengaku hanya bergurau, namun tetap berkemungkinan dikenakan pidana penjara dibawah 3 tahun dan denda NT$120,000.
Polisi diperbolehan menembak untuk menghentikan, siswa beritahu titik peringatan
Saat ini polisi selain meningkatkan patroli di daerah ramai, juga diperbolehan menembak jika diperlukan. Siswa juga bersedia memberitahu titik dan peta peringatan, agar masyarakat dapat menghindari tempat tersebut.
