Krisis air di Pulau Bali, berdampak pada sistem irigasi warisan leluhur
Pulau Bali adalah lokasi wisata kelas dunia, dengan sumber air dari danau gunung berapi, sungai dan air tanah dangkal. Kawasan utara menggunakan teknik pengairan tradisional Subak, dengan mengalihkan air ke sawah bertingkat. Sistem irigasi ini bahkan dikategorikan sebagai warisan dunia oleh PBB. Namun 10 tahun terakhir, Bali membangun industri wisata skala besar, ditambah dengan jumlah penduduk yang bertambah dan manajemen sumber air yang buruk, banyak penduduk dan pemilik toko setempat yang dulu bisa mendapatkan sumber air bersih dari sumur atau cukup menggali tanah saja, kini harus menghadapi krisis kekeringan sumber air dan masalah pengasinan.
Pakar khawatir pembukaan lahan berlebihan merusak lingkungan
Meskipun P螺螄粉ulau Bali memiliki batasan terkait penggunaan sumber air, namun hasilnya minim karena tidak ada ketegasan. Awalnya, penduduk setempat berharap pandemi dapat memperbaiki kondisi kekeringan air, namun pakar khawatir bahwa keterusan pembangunan jalan dan resor tanpa henti, pada akhirnya akan merusak sistem Subak dan lingkungan pulau.
