24H直播

Gerakan Kertas Putih menyebar hingga Beijing dan belasan kota Tiongkok

發布時間: 更新時間:

Insiden kebakaran di Urumqi, Xinjiang, menyebabkan banyak orang tewas karena tindakan lockdown ketat oleh pemerintah Tiongkok, saat ini telah menyebar menjadi "Gerakan Kertas Putih" di Shanghai dan Beijing. Warga dan pelajar yang tidak puas menyatakan protes mereka dengan mengangkat "Kertas Putih". Menurut statistik, lebih dari 50 universitas di Tiongkok telah menanggapi aktivitas ini. Beberapa netizen Tiongkok bahkan mengunggah video dan teks di Twitter, menyerukan agar Xi Jin-ping turun jabatan.

Warga yang protes di Shanghai berseru, “Partai Komunis..turun jabatan..Xi Jin-Ping..turun jabatan..Bebaskan Xinjiang..bebaskan seluruh Tiongkok.”

Kebakaran fatal akibat lockdown di Urumqi picu protes yang menimbulkan bentrokan

Selama protes, bentrokan antara polisi dan massa terus berlanjut dan banyak orang ditangkap. Warga di Shanghai berteriak di jalan, menuntut polisi membebaskan pengunjuk rasa yang ditangkap.

Universitas bergabung dalam jajaran aksi protes di Ibukota Beijing

Sementara di Tsinghua University Beijing, ada mahasiswa berkumpul di kampus untuk mendukung protes di Urumqi dan Shanghai. Protes berlanjut dari siang hingga malam, menyebar dari kampus ke setiap sudut kota.

Warga Beijing berkata, “ada banyak warga Shanghai yang telah ditahan. Bukan hanya kemarin malam (26 Nov) saja.”

Warga protes blokade berita, reporter BBC ditangkap saat liput berita

Selain mencegah penyebaran informasi terkait kebakaran dan protes, pemerintah Tiongkok memicu warga mengangkat kertas putih untuk memprotes blokade berita. Reporter media BBC Inggris "Lawrence" juga ditangkap dan bahkan dipukuli oleh polisi saat meliput protes di Shanghai.

Protokol 0 kasus berimbas pada kehidupan warga, Xi diminta turun jabatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Li-jian mengatakan reporter tersebut tidak mengidentifikasi dirinya pada saat itu, juga tidak menunjukkan kartu pers asingnya secara inisiatif. Namun, media BBC meyampaikan, pihak berwenang Tiongkok jelas meremehkan kekuatan para pengunjuk rasa, karena pemerintah Tiongkok telah menerapkan protokol nol kasus selama pandemi tiga tahun ini, yang telah berdampak serius pada kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh sebab itu, tidak lama setelah Kongres Nasional ke-20 di saat Xi Jin-ping berupaya mempertahankan kekuasaan, ada suara di antara warga yang menyerukan agar Xi Jin-ping dan Partai Komunis turun jabatan.
 

您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。