Iran tembakkan rudal balas dendam terhadap militer Amerika
發布時間:
更新時間:
Iran tembakkan rudal balas dendam terhadap militer Amerika
Dalam Langit gelap terlihat sinar di udara dan terdengar suara ledakan. Demi membalas dendam atas serangan drone dari Amerika tanggal 3 Januari lalu, yang turut menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, Pasukan Quds Garda Revolusi Iran melakukan pembalasan dengan penembakan rudal beruntun tanggal 8 Januari dini hari pukul 01:30 terhadap pangkalan militer udara Amerika di Ain al-Asad dan Erbil di Irak, sehingga situasi di Timur Tengah semakin memanas.
Presenter Islamic Republic of Iran Broadcasting mengatakan, "Rudal dari pasukan garda revolusi Iran menghantam pangkalan militer udara di Ain al-Asad. Setidaknya ada 80 prajurit Amerika yang tewas."
Presiden Trump: Tidak ada prajurit Amerika yang meninggal
Pangkalan udara Amerika diserang oleh Iran, namun Presiden Amerika Donald Trump tidak terlihat emosi. Sebelumnya juga telah merilis pernyataan bahwa semua dalam keadaan aman, selanjutnya dalam pernyataan tanggal 8 Januari menegaskan jika tidak ada prajurit Amerika yang tewas.
Pesawat Boeing 737 milik maskapai UIA jatuh
Sementara itu di sisi Iran, beberapa jam seusai pengemboman pangkalan udara milik Amerika di Irak, tersiar berita adanya dua insiden nahas terjadi. Pesawat penumpang yang terbang dari Teheran menuju Ukraina, dikabarkan jatuh dan menewaskan seluruh penumpang dan awak kapal, total berjumlah 176 orang.
Pesawat boeing 737 milik UIA yang terjatuh baru berusia 3,5 tahun
Penerbangan PS752 adalah pesawat Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan UIA. Pesawat tipe ini diluncurkan pada 1998, total terdapat lebih dari 5 ribu pesawat sejenis yang tengah dioperasikan. Meskipun telah diproduksi selama 20 tahun, usia pesawat yang nahas tersebut baru berusia 3,5 tahun, dan kini tengah diselidiki akibat jatuhnya pesawat.
Gempa 4,9 SR terjadi di sekitar PLTN di Iran
Sebelumnya, terjadi gempa berkekuatan 4,9 SR, berjarak sekitar 70 km dari PLTN Bushehr, dengan kedalaman 10 km, berkategori gempa dangkal. Pakar menyebutkan jika melihat skala gempa dan titik lokasi, maka gempa masih dikategorikan wajar, guna melepaskan tekanan kerak bumi, tidak ada hubungannya dengan perseturuan militer Amerika dan Iran. Namun karena kejadian terjadi pada masa yang sensitif, letak gempa juga dekat dengan PLTN, maka pihak luar meragukan apakah akan ada kebocoran radiasi.
Editor: Tony Thamsir
