Warga turun ke jalan demo penolakan larangan berjilbab
發布時間:
更新時間:

Dengan slogan “Tolak Islamophobia,” terlihat warga berkumpul di salah satu sisi di luar gedung parlemen di Prancis untuk menyuarakan dukungan bagi umat Muslim.
Wanita diminta lepaskan jilbab saat di gedung parlemen
Awal mula kejadian adalah saat seorang wanita berjilbab yang tengah menemani anaknya berwisata dan berkunjung ke gedung parlemen setempat. Namun dengan alasan "Pengkategorian parpol,” senator Julien Odoul dari partai Barisan Nasional yang konservatif, meminta sang ibu untuk melepaskan jilbabnya atau meninggalkan gedung. Walaupun saat peristiwa terjadi, senator Marie-Guite Dufary dari partai Sosialis telah menolak permintaan tersebut dengan tegas dan menyebutkan jika tidak ada peraturan untuk melepaskan jilbab, namun sang anak telah menangis keras sembari memeluk ibu dengan erat, dan insiden yang tersebar cepat tersebut telah memicu kontroversi.
Sikap proteksi terhadap busana agama tuai emosi
Partai Barisan Nasional segera mengajukan perbaikan peraturan, dengan mengikutsertakan orang tua yang menemani studi wisata siswa ke dalam peraturan terkait yang diluncurkan tahun 2004 lalu. Peraturan ini melarang siswa pelajar sekolah negeri mengenakan atribut religius, sehingga memicu emosi banyak masyarakat. Menghadapi ragam perbedaan pendapat, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengimbau warga untuk tidak menodai agama Islam, dan tidak seharusnya mengaitkan pemikiran anti teroris dengan Islam.
Peraturan larangan bercadar 2011 di tempat umum
Berkenaan dengan busana Muslim yang kerap menjadi polemik di Prancis, setelah diloloskannya peraturan larangan bercadar tahun 2011, maka baik di jalan, stasiun atau ruang publik lainnya, warga dilarang mengenakan cadar atau masker penutup wajah atau benda apapun yang menutupi bagian muka. Tidak sedikit yang mengkritik jika larangan tersebut terlampau menekan kebebasan beragama dan individual. Hal ini juga menunjukkan adanya diskriminasi terkait hal serupa dalam kehidupan masyarakat umum di Prancis.
Editor: Tony Thamsir
