39 jenazah truk kontainer Inggris kebanyakan warga Vietnam
發布時間:
更新時間:
Kasus 39 jenazah dalam kontainer pendingin Essex Inggris sempat diduga berasal dari Daratan Tiongkok. Namun, bukti terbaru menunjukkan sebagian besar almarhum mungkin berasal dari Vietnam. Hingga tanggal 28 siang, 24 keluarga Vietnam telah melaporkan kehilangan kontak dengan anggota keluarga di Inggris ke pemerintah Vietnam. Diantaranya pemuda Nguyen Dinh Luong (阮廷良) dari Hà Tĩnh dipastikan berada dalam kontainer. Ayah Nguyen pernah menyarankan putranya untuk tidak menyelundup keluar negeri.
Ayah Nguyen Dinh Luong yang terduga almarhum truk kontainer pendingin, Nguyen Dinh Gia mengira bahwa sangat aman untuk pergi ke Inggris, dan telah menyarankan anaknya untuk tidak ke Inggris.
24 keluarga Vietnam melaporkan kehilangan anggota keluarga
Terduga korban tewas lainnya Le Van Ha dari provinsi Tỉnh Nghệ An, ayahnya menangis sambil memeluk cucunya.
Ayah Le Van Ha yang terduga almarhum truk kontainer, Le Minh Tuan mengatakan bahwa sejak tanggal 22 hingga 24 Oktober, dia masih menantikan keajaiban, dia berharap anaknya tidak berada dalam daftar kematian. Tetapi harapan itu telah sirna pada tanggal 25.
Warga doakan almarhum, pastor beberkan ketidakberdayaan perantau
Pastor mendoakan almarhum bersama warga provinsi Tỉnh Nghệ An. Pastor juga membeberkan ketidak berdayaan perantau yang harus berjuang di negeri orang.
Pastor Provinsi Tỉnh Nghệ An, Nguyen Duc Vinh menyatakan bahwa dirinya tidak setuju bila mengatakan tidak ada keperluan untuk keluar negeri. Semua orang tahu bahwa pekerjaan di sini terbatas, sehingga mereka harus berjuang dan bekerja di tempat lain.
Polisi mengambil sampel DNA keluarga untuk otopsi identitas
Berita terbaru menunjukkan 24 keluarga dari provinsi Tỉnh Nghệ An melaporkan kehilangan kontak dengan keluarga di Inggris. Polisi telah mengambil sampel DNA untuk otopsi identitas almarhum. Supir truk kontainer Robinson telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan tidak sengaja atas 39 nyawa dan akan diadili pada tanggal 28. Kasus ini masih dalam penyelidikan.
Editor: Shantina
