Dirjen Imigrasi umumkan data pelaporan anak-anak "stateless"

Upaya pendataan pekerja migran kehilangan kontak yang dilakukan Dirjen Imigrasi telah membuahkan hasil positif. Tapi, pada saat jumlah PMA kehilangan kontak berkurang, namun bertambahnya anak-anak tanpa kewarganegaraan menjadi masalah yang memusingkan. Menurut data terbaru, anak-anak "stateless" di Taiwan telah berjumlah 734 orang.
 
Dirjen Imigrasi umumkan data pelaporan anak-anak "stateless"
 
Dari 2007 hingga akhir Mei 2019, Dirjen Imigrasi mencatat pelaporan kelahiran 9.381 anak tanpa kewarganegaraan. Melalui perbandingan dan penyaringan data ginekologi, ibu 754 darinya berstatus pekerja migran kehilangan kontak atau orang tak mampu diidentifikasi. Data anak-anak "stateless" ini tidak terdaftar, maka tidak dapat menikmati sumber pengobatan dan pendidikan, membangkitkan banyak masalah di Taiwan.
 
1564121021k.jpg
 
Adopsi dan naturalisasi bagi anak tanpa kewarganegaraan
 
Pada saat pencarian ibu kandung masih dilakukan, anak-anak "stateless" non warga negara Taiwan ini ditangani lembaga sosial dan untuk sementara diberi izin tinggal berdasarkan kewarganegaraan ibu. Tatkala ibu diyakinkan tidak mampu ditemukan dan status "stateless" dipastikan Kementrian Dalam Negeri, adopsi anak dan naturalisasi kewarganegaraan baru akan diurus.
 
1564121031h.jpg
 
Empat pusat penampung didirikan khusus untuk PMA
 
Menurut data, mayoritas pekerja migran yang melahirkan anak di Taiwan berasal dari Indonesia. Dirjen Imigrasi berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Taiwan untuk menawarkan empat pusat penampung, menyerukan pekerja kehilangan kontak yang mengandung atau yang telah melahirkan untuk melapor dan memohon bantuan lembaga sosial dalam menangani pemulangan ibu dan anak ke negara asal.