Tren kontes kecantikan di Filipina pasca Miss Universe 2018
發布時間:
更新時間:
Tren kontes kecantikan di Filipina pasca Miss Universe 2018
Mengenakan sepatu berhak tinggi, gadis belia berpostur langsing dengan anggunnya berjalan. Ini adalah pusat pelatihan kontes kecantikan pertama di Filipina, yang turut membina kontestan Miss Universe tahun lalu dan 2015.

Kontestan menerima bimbingan ketat di pusat pelatihan
Berdasarkan statistik, Filipina adalah negara penyelenggara kontes kecantikan terbanyak ke-dua di dunia. Sebelumnya, para kontestan dikirim ke Venezuela atau Kolombia untuk dilatih, namun kini tidak perlu lagi. Basis pelatihan yang dibentuk tahun 1996 ini menerima sekitar 200 kontestan tahap awal dari berbagai tempat setiap tahunnya untuk dilatih sebagai kontestan profesional.
Pendiri pusat pelatihan kontes kecantikan // Rodgil Flores menjelaskan, "pendirian pusat pelatihan ini menjadikan Filipina sebagai negara unggul dalam hal kontes kecantikan. Pusat pelatihan ini turut meningkatkan jenjang pelatihan kontes kecantikan."
Tantangan terbesar berasal dari sesi tanya jawab
Selain kursus tata rias dan tata gaya, bagaimana menjawab pertanyaan dengan bijaksana merupakan bagian tersulit bagi setiap kontestan.
Kontestan kecantikan berusia 24 tahun // Emma Tiglao menyampaikan, "sesi tanya jawab merupakan tantangan tersulit bagi saya, karena selain karakter, kita harus fasih terhadap hal yang sedang terjadi di sekitar kita."
Wawasan diri adalah inti utama kontes kecantikan
Catriona Gray yang berasal dari Filipina adalah pemenang Miss Universe tahun lalu. Ia pernah mengungkapkan dukungannya terhadap legalisasi penggunaan ganja dalam sektor medis, yang mendorong DPR Filipina menyetujui petisi tersebut. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh penguasaan tren yang disampaikan melalui suara kontestan. Selain kursus tata gaya, para kontestan di pusat pelatihan Filipina dibina untuk memperluas wawasan diri lewat percakapan nan anggun.
Editor: Jonathan
