24H直播

Krisis malnutrisi dan obesitas dialami sebagian anak di Indonesia

發布時間: 更新時間:
Jumlah anak yang menderita malnutrisi dan obesitas di Indonesia naik dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Seorang gadis remaja bernama Intan menjadi sasaran olokan dan korban perundungan di sekolah. Namun, berkat upaya gigih, ia berhasil memangkas 34 kg berat badan usai menjalani perawatan. Ia pun sudah kembali ke bangku sekolah.

Remaja putri berbobot 147,8 kg jadi bahan olokan sesama teman

Sambil duduk di tempat tidur dan mengangkat dumbel, Intan, remaja 14 tahun yang tinggal di kawasan pinggiran Jakarta ini memiliki berat badan mencengangkan yang sempat mencapai 147,8 kg pada Januari lalu. Ia memutuskan untuk menjalani perawatan penurunan berat badan, mencakup suntik kurus, pengaturan kalori ketat, dan olahraga.

Menderita obesitas, Intan jadi sasaran perundungan dan olokan sesama teman

Tak tega melihat Intan menangis akibat kelaparan, ibunya pasti akan memberinya makan, bahkan di tengah malam sekali pun. Intan sudah mencapai berat 35 kg saat menginjak usia empat tahun, sehingga harus mengenakan seragam sekolah berukuran besar, ia pun kerap mejadi sasaran aksi perundungan.

Makanan olahan bercita rasa kuat jadi faktor utama pemicu obesitas pada anak

Hal yang dialami Intan bukan satu-satunya kasus di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pesat di Indonesia dibarengi dengan masalah malnutrisi dan obesitas pada anak. Jumlah anak yang memiliki berat badan berlebihan meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Pakar menyoroti, tingginya frekuensi konsumsi makanan olahan, terutama camilan bercita rasa kuat merupakan faktor utama penyebab ketidakseimbangan gizi dan obesitas pada anak.

Obesitas memicu sejumlah penyakit kronis, orang tua tak sadari keseriusan masalah

Obesitas berpotensi memicu diabetes dan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, pakar memperingatkan, banyak orang tua tidak menyadari tingkat keseriusan masalah ini dan baru mencari bantuan medis setelah gejala memburuk. Untungnya, Intan masih belum telat dalam memperbaiki kondisinya. Setelah berhasil memangkas 34 kg, ia pun kembali ke bangku sekolah dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan obesitas guna mewujudkan aspirasinya sebagai seorang polwan.
 

您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。