Para imigran gelap terobos Ceuta (kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara)
Para imigran berlari sekuat tenaga di atas pantai, sementara yang lain, mengenakan pakaian selam sambil berenang menuju tepi pantai. Tanggal 30, Ceuta selaku kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara kewalahan menghadapi lonjakan imigran dari Maroko yang tiba lewat jalur laut dengan menggunakan alat apung seperti ban atau menerobos dan memanjat pagar perbatasan, sehingga membuat aparat keamanan setempat kewalahan. Dengan populasi hanya 85.000 jiwa, Ceuta merupakan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa di Afrika. Tibanya imigran secara tiba-tiba memicu krisis kemanusiaan. Mengingat Maroko tidak mengakui kedaulatan Spanyol atas Ceuta, muncul kekhawatiran akan terulangnya krisis imigran tahun 2001. Spanyol segera mengerahkan pasukan militer dan kepolisian tambahan, sementara Perdana Menteri Italia mengeluarkan pernyataan yang mengecam aksi imigran gelap di luar kendali tersebut.
