Perkembangan teknologi AI disalahgunakan untuk mengeksploitasi anak dan remaja
Maraknya penyalahgunaan perkembangan teknologi AI untuk menghasilkan gambar cabul anak-anak oleh kelompok ilegal di berbagai pelosok dunia telah menjadi suatu bentuk baru eksploitasi seksual anak. Menurut laporan pengamatan daring, ada hampir 2.500 kasus yang melibatkan anak tahun lalu, melampaui setengah dari semua kasus eksploitasi seksual di Taiwan.
Cegah eksploitasi anak dan remaja, Indonesia dan Inggris blokir chatbot AI
Foto pornografi anak yang direkayasa lewat perkembangan teknologi AI menjadi suatu bentuk baru eksploitasi seksual anak dan remaja. Negara-negara seperti Indonesia dan Inggris telah memblokir sementara sebagian chatbot AI yang disalahgunakan untuk merekayasa gambar cabul anak. Pada Hari Keamanan Siber Global, ada ormas merilis laporan pemantauan online terbarunya, menunjukkan bahwa teknologi ini telah melanggar hak anak dan remaja secara serius.
==Chen Yi-ling // Sekjen ECPAT Taiwan==
Penyalahgunaan AI merupakan risiko besar pada anak remaja dalam bidang digital
Hal ini mencakup apa yang sedang kita saksikan saat ini
Semakin banyak rekayasa AI
Untuk menghasilkan foto (pornografi) anak dan remaja
Bahkan ada sebuah aplikasi AI yang dapat
Membuat foto anak telanjang hanya lewat satu klik jari
Obsevasi online: Tindakan eksploitasi anak remaja tahun lalu capai 2.500 kasus
Laporan ini menunjukkan, kasus eksploitasi seksual anak mencakup lebih dari separuh total kasus, mencapai 2.500 kasus, ini merupakan hal yang sangat serius.
==Pelajar bermarga Chen // Perwakilan anak dan remaja==
Karena siswa atau guru di sekolah
Tidak memiliki kemampuan untuk membuat penilaian atau keputusan
Jadi saya sangat takut
Karena merasa tak berdaya untuk membuktikannya
Otoritas perberat sanksi bagi pelanggar kasus eksploitasi anak dan remaja
Perwakilan anak dan remaja dalam forum ini mengatakan akan sangat mengerikan jika foto tak senonoh ini dirancang secara sengaja di sekolah. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menekankan, mereka telah berupaya mencegah tindakan eksploitasi anak dan remaja dengan memperberat sanksi.
==Guo Cai-rong // Kepala Divisi Perlindungan MOHW==
Jika ini merupakan rekaman dan rancangan film
Atau diseminasi video seksual anak dan remaja
Pelaku akan dijatuhkan pidana maksimal 7 tahun hukuman penjara
MODA tekankan pemberlakuan rancangan UU AI, evaluasi dampak AI pada anak remaja
Menanggapi hal ini, Kementerian Urusan Digital (MODA) menekankan, rancangan UU Kecerdasan Buatan telah diumumkan dan diterapkan. Pihaknya akan mengevaluasi dampak aplikasi AI pada anak dan remaja serta mempertimbangkan perumusan mekanisme evaluasi secara rutin.
