Perlancar prosedur perawatan, NCKU kembangkan aplikasi multilingual
Seiring Taiwan memasuki masyarakat berusia lanjut, permintaan terhadap pengasuh asing terus meningkat. Namun, kendala bahasa kerap menghambat kualitas perawatan. Untuk mengatasinya, National Cheng Kung University (NCKU) mengembangkan sebuah aplikasi komunikasi multibahasa yang mendukung bahasa Mandarin, Taiwan, Hakka, Indonesia dan Inggris, untuk memudahkan komunikasi antara pengasuh asing dan lansia yang dirawat.
Aplikasi multilingual ditunjang sarana bahasa Hakka, Taiwan, Indonesia
Pengguna dapat melakukan penerjemahan timbal balik antara bahasa Mandarin, Hakka, Taiwan, Indonesia dan Inggris melalui identifikasi suara dengan mengunduh aplikasi layanan kesehatan dan komunikasi multilingual pada ponsel, yang memungkinkan PMA untuk lebih memahami kebutuhan orang yang mereka rawat.
==Lu Wei-hsiang // Profesor Dept. Ilmu Komputer dan Teknik Informasi NCKU==
Lansia yang berbicara dalam bahasa Taiwan, Hakka
(Ini) memungkinkan mereka untuk saling berkomunikasi
Kalau tidak, (keduanya) tidak dapat berkomunikasi
Sehingga akhirnya bertengkar dan saling mencurigai
Aplikasi multilingual tambahkan bahasa Hakka, dengan keakurasian ragam logat
Ditunjang anggaran dari Dewan Urusan Hakka tahun lalu, aplikasi layanan kesehatan dan komunikasi multilingual ini menambahkan fungsi terjemahan bahasa Hakka. Tingkat akurasi identifikasi suara saat ini melampaui 80%, menjadikannya sarana komunikasi interpersonal yang ideal bagi warga Hakka lansia.
==Chen Mei-yu // Kepala Asosiasi Pendidikan Bahasa Hakka Kota Tainan==
Pakai bicara saja, sangat bermanfaat
Pakai bicara saja, tidak usah pakai ketik
Logat Sixian, logat Nansi
Terjemahannya akurat
Ditunjang fungsi teknik perawatan+permintaan lagu, aplikasi ini digemari publik
Selain penerjemahan multilingual lewat suara, fungsi integrasi informasi seperti teknik perawatan, bantuan sumber daya sosial dan paparan hukum bagi PMA, aplikasi ini juga menyertakan layanan permintaan lagu, yang sangat populer di kalangan warga Hakka.
