Lubang amblas seluas 3 hektar di Aceh timbulkan ancaman terhadap permukiman
Lubang amblas seluas 3 hektar dengan kedalaman 100 meter ditemukan di Provinsi Aceh. Sejak tahun 2000, skala lubang ini terus meluas dan membahayakan perumahan serta sarana umum di sekitarnya. Oleh sebab itu, pemda telah meminta bantuan dari pemerintah pusat.
Tanah vulkanik mudah amblas saat hujan turun, lubang amblas capai luas 3 hektar
Lubang amblas raksasa di wilayah sentral Aceh memutus akses jalan raya dan berdampak pada tiang listrik bertegangan tinggi ini. Lubang amblas ini telah terbentuk selama lebih dari 25 tahun, dimulai dari pergeseran lapisan tanah yang kemudian mulai retak sejak dua tahun berikutnya. Berhubung area tersebut merupakan kawasan vulkanik, tanahnya terdiri dari serpihan dan abu vulkanik yang mudah runtuh jika terkena air. Dalam enam tahun terakhir, skala lubang meluas dari 2,7 hektar menjadi 3 hektar.
Hujan deras akhir tahun lalu mempercepat laju keruntuhan lubang amblas
Pembatas dan papan peringatan "Dilarang Mendekat" dipasang sejauh 10 meter dari tepi jurang guna mencegah warga memasuki kawasan berbahaya. Dalam beberapa bulan terakhir, runtuhnya lubang raksasa ini semakin cepat, akibat curah hujan lebat di Sumatra sejak akhir 2025 hingga awal 2026, menyebabkan sejumlah besar air merembes ke dalam tanah dan memicu longsor skala besar. Saat ini, area longsor kian mendekati pemukiman warga dan tiang listrik. Menanggapi hal ini, PLN (Perusahaan Listrik Negara) segera melakukan relokasi tiang listrik.
Lubang amblas putuskan akses utama, pemda harapkan bantuan pemerintah pusat
Lubang amblas menyebabkan akses jalan dari Aceh Tengah ke Kabupaten Bener Meriah terputus. Tak mampu menangani bencana skala besar ini, pemda telah melapor ke pemerintah pusat untuk bantuan personel dan sumber daya.
