Cegah penyebaran virus Nipah, Indonesia perketat protokol pemeriksaan di bandara
Dua kasus kematian akibat "virus Nipah" dilaporkan di India, memicu kewaspadaan tinggi di seluruh Asia, termasuk Indonesia yang mulai memperketat upaya pemeriksaan di bandara. Walau otoritas India menekankan bahwa wabah ini telah terkendali dan hasil tes ke-196 individu yang memiliki kontak fisik juga negatif, negara lainnya tetap tidak berani gegabah.
Guna mencegah penyebaran virus Nipah, sejumlah bandara internasional kembali mengaktifkan protokol pemeriksaan dengan mesin pengukur panas dan pengisian formulir kesehatan. Kementerian Kesehatan Indonesia menekankan, penumpang yang kembali dari zona pandemik diimbau melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Jika muncul demam, disorientasi atau gangguan pada saluran pernapasan, warga diimbau segera berobat dan dilarang mengonsumsi obat pribadi.
WHO perkirakan tingkat fatalitas virus Nipah capai 40%-75%
Kementerian Kesehatan India tanggal 27 mengklarifikasi, sejak jumlah kasus positif turun menjadi satu digit pada Desember tahun lalu, total 196 orang yang memiliki kontak fisik telah terjaring, hasil tes semuanya dinyatakan negatif. Tingkat fatalitas virus Nipah yang berinang pada kelelawar diperkirakan mencapai 40%-75%. Saat ini, belum ada vaksin dan pengobatan yang efektif. Virus ini ditularkan terutama melalui buah yang terkontaminasi atau kontak fisik. Walau protokol pemeriksaan di bandara efektivitasnya terbatas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, mayoritas merupakan kasus penularan kluster skala kecil dan risiko penyebarannya relatif rendah.
