58% fatalitas, virus Nipah berinang pada kelelawar buah mewabah di India
India baru-baru ini melaporkan kasus "virus Nipah," yang memicu kewaspadaan tinggi di Tailan dan Taiwan seiring tingginya tingkat fatalitas sebesar 58%. Virus ini terutama ditularkan melalui kelelawar buah dan manusia yang mengonsumsi buah atau jus kurma mentah berisiko tertular.
Kasus virus Nipah pertama terjadi pada 1998, dengan tingkat kematian 58%
Baru-baru ini, India melaporkan 5 kasus virus Nipah. Sejak pertama kali mewabah pada tahun 1998, virus ini mencatat lebih dari 750 kasus di seluruh dunia dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, mencapai 58%. Kementerian Luar Negeri Taiwan telah mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat 2 untuk wilayah Negara Bagian Kerala di India Selatan. Sementara itu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan telah mengategorikan virus Nipah sebagai penyakit menular kategori 5, setingkat dengan flu burung.
==Lin Min-cheng // Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC)==
Korban adalah orang yang minum jus kurma atau makanan lain yang terkontaminasi
Saat ini, jus kurma adalah "tersangka" utama
Bukan jus kelapa seperti yang dilaporkan media
CDC: Virus Nipah dikategorikan sebagai penyakit menular kategori 5
CDC menyatakan, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kelelawar buah atau babi yang terinfeksi, baik lewat kontak langsung, air liur maupun buah yang tercemar. Penularan antar manusia juga dimungkinan, meski terbatas. Gejala awal menyerupai flu biasa, namun pada kasus berat, kondisi dapat memburuk dengan cepat menjadi peradangan otak, kejang, atau bahkan koma dalam waktu dua hari. Meski berhasil sembuh, pasien tetap berisiko mengalami efek samping seperti perubahan kepribadian.
==Yen Tzung-hai // Direktur Pusat Toksikologi Klinis, RS, Chang Gung Cabang Linkou==
Saat ini, belum ada obat antivirus
Yang efektif untuk virus Nipah
Hindari konsumsi kurma mentah selama perjalanan ke wilayah endemis
Saat ini belum ada kasus virus Nipah di Taiwan. Namun, CDC mengingatkan masyarakat yang bepergian ke luar negeri untuk waspada. Jika mengunjungi India atau Bangladesh, warga diimbau untuk menghindari konsumsi kurma beserta sarinya yang belum dimasak. Selain itu juga tidak mengonsumsi buah-buahan lokal yang berpotensi terkontaminasi oleh kelelawar buah.
