Krisis penurunan kelahiran memburuk, Taoyuan alami "Mati lebih banyak dari lahir"
Struktur penduduk Taoyuan menunjukkan pertumbuhan negatif akibat dampak merosotnya angka natalitas selama tiga tahun terakhir. Angka kelahiran tahun lalu hanya mencapai 13.230 orang, merupakan pertama kalinya angka natalitas lebih rendah dibandingkan mortalitas sejak status Taoyuan dinaikkan menjadi sebuah kota.
Tingkat pertumbuhan penduduk Taoyuan menunjukkan angka minus tahun lalu
Seorang ibu tampak menemani anaknya membaca buku di perpustakaan. Pemerintah Kota Taoyuan terus mendorong peningkatan angka kelahiran melalui kenaikan subsidi kelahiran, layanan mobil ibu hamil, pembebasan biaya TK B, serta menyediakan makan bergizi gratis dan program susu segar bagi siswa. Meski demikian, pertumbuhan penduduk di Taoyuan tahun lalu tetap menunjukkan angka negatif untuk pertama kalinya.
==Ibu Zhong di Taoyuan ==
Tekanan ekonomi sangat berat (Kenapa?)
Dulu, gaji satu orang bisa mencukupi kebutuhan satu keluarga
Bahkan mungkin bisa menafkahi tiga generasi yang tinggal bersama
Namun sekarang
Bahkan untuk keluarga dengan penghasilan ganda juga sulit membesarkan anak
Jumlah kelahiran terus menurun dalam 3 tahun terakhir, mati lebih banyak dari lahir
Angka kelahiran di Taiwan merosot tajam, dari sekitar 130.000 dua tahun lalu, menjadi 100.000-an orang pada tahun lalu. Di Taoyuan, jumlah kelahiran juga terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Sejak berstatus Kota Khusus, Taoyuan sempat menjadi satu-satunya dari enam kota besar dengan pertumbuhan penduduk positif. Namun, pada tahun lalu, jumlah kelahiran hanya mencapai 13.230 jiwa, untuk pertama kalinya lebih rendah dibandingkan jumlah kematian yang mencapai 16.166 jiwa.
== Chen Hsian-chi // Wakil Direktur Biro Urusan Wanita dan Anak, Kota Taoyuan==
Untuk wali anak, kami juga menyediakan
Layanan penitipan anak sementara dan layanan istirahat
Ke depannya, kami akan terus meninjau sumber daya yang ada
Dan memperkuat berbagai kebijakan untuk perawatan perempuan dan anak
Selain subsidi kelahiran, pakar desak peninjauan kebijakan jangka panjang
Para pakar menilai, selain subsidi kelahiran yang sekali bayar, baik pemerintah pusat maupun daerah, perlu segera memperkuat lingkungan pendidikan serta menyediakan dukungan pengasuhan yang memadai bagi orang tua selama masa pertumbuhan anak.
