DSET: Tiongkok kumpulkan data lewat teknologi AI, mengancam keamanan nasional
22 dari 50 aplikasi AI generatif paling top di dunia berasal dari Tiongkok. Atas hal ini, Institusi Penelitian DSET selaku lembaga tank pikir nasional Taiwan mengingatkan, penggunaan layanan AI oleh Tiongkok untuk mengumpulkan dan mengirimkan data pengguna dapat menimbulkan risiko keamanan nasional dan demokrasi. Juga dikemukakan bahwa data yang dikumpulkan dalam kapasitas besar ini dapat dipakai untuk membuat profil pribadi dan digunakan lebih lanjut untuk perang kognitif terhadap Taiwan.
DSET: Model AI Tiongkok miliki risiko spionase privasi dan manipulasi opini publik
Berbagai pola model AI generatif beredar di seluruh dunia, mulai dari artikel dan media cetak hingga audio visual. Laporan terbaru Institusi Penelitian DSET (Demokrasi, Sosial dan Teknologi Baru) yang berada di bawah Dewan Pengembangan Iptek dan Teknologi Nasional (NSTC) menilai, industri AI Tiongkok memiliki risiko spionase privasi dan manipulasi opini publik, menekankan bahwa di bawah program perencanaan nasional, industri AI Tiongkok yang berorientasi ke arah ekspor telah mendukung ekspansi "arus data asimetris" secara global melalui pembangunan infrastruktur dan pelonggaran mekanisme hukum.
==Lai You-hao // Wakil Kepala Bidang Tata Kelola Demokrasi DSET==
Mengapa ia disebut sebagai suatu bentuk otoriter?
Bukan cuma masalah arus informasi saja
Masalah pertama, tidak ada hukum yang mengatur
Kedua, kurangnya pengawasan dan keseimbangan kekuasaan
Ketiga, kurangnya jaminan terhadap hak-hak asasi
Pemerintah Tiongkok bebas mengakses data pengguna lewat model AI generatif
Setelah menganalisis kebijakan privasi dari 10 sarana AI generatif Tiongkok, pakar menyimpulkan tiga metode transmisi data pengguna ke Tiongkok, termasuk menyimpan langsung data pengguna luar negeri di Tiongkok, di mana data dari luar negeri tetap bisa dibagikan kepada perusahaan terkait di Tiongkok meskipun alamat korporasi tidak terdaftar di Tiongkok. Selain itu, semua layanan tersebut menyatakan akan mematuhi peraturan akses pemerintah Tiongkok.
==Tu Yu-yin // Wakil Profesor Departemen Administrasi Umum, Tamkang University==
Melalui data dalam kapasitas besar yang dikumpulkan
Tiongkok dapat melakukan kategorisasi dan strata informasi
Bagi Tiongkok
Hal ini memungkinkan mereka melancarkan aksi perang kognitif secara akurat
MODA: Terus mengumpulkan, merevisi UU, lakukan sosialisasi keamanan informasi
Selain di lembaga pemerintah, Kementerian Urusan Digital (MODA) menyatakan, mereka telah membatasi produk-produk yang membahayakan keamanan sektor informatika nasional dalam lingkup tanggung jawabnya, misalnya diperintahkannya penghentian penguraian dan pembatasan akses terhadap aplikasi RedNote tahun lalu oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI). MODA juga menekankan akan terus mengumpulkan dan memahami praktik global serta merevisi UU terkait agar selaras dengan standar internasional yang didukung lewat program sosialisasi keamanan informasi.
