PMA yang hilang kontak diimbau serahkan diri per 20 Maret
發布時間:
更新時間:

Dengan menggunakan bahasa Indonesia, petugas imigrasi menyampaikan kepada para PMA Asia Tenggara di Taiwan yang kehilangan kontak agar menyerahkan diri secepatnya. Terkait kasus PMA ke-32 yang hilang kontak sebelumnya, mereka dapat menjadi celah upaya pencegahan pandemi seiring dengan parahnya pandemi COVID-19. NIA (Dirjen Imigrasi Nasional) mengumumkan perluasan program penyerahan diri mulai dari bulan April - Juni. Bagi yang menyerahkan diri tidak akan dimasukkan ke penampungan, tidak dilarang untuk masuk ke Taiwan dan hanya dikenakan sanksi NT$ 2.000.
Deputi Dirjen NIA // Chung Ching-kun menjelaskan, “masa advokasi akan dimulai dari hari ini hingga akhir bulan Maret. Selama periode ini, kami akan memberlakukan
reemisi dari program tersebut.”
==印尼駐台辦事處副代表 蘇泰帝==(印尼語不用翻)
Wakil Kepala KDEI Taipei // Teddy Surachmat
Seorang PMA menderita demam kabur saat berobat di RS
Tanggal 19, ada seorang PMI yang berobat ke rumah sakit karena demam dan melarikan diri saat rumah sakit sedang mengatur proses transfer. Walau akhirnya ia berhasil ditemukan, hal ini telah menyoroti kendala pencegahan pandemi pada lebih dari 40.000 PMA yang hilang kontak. MOL (Kementerian Ketenagakerjaan) mengimbau para PMA yang hilang kontak agar menggunakan kesempatan ini untuk menyerahkan diri.
NIA terapkan RUU Imigrasi untuk memperberat sanksi
Ditekankan oleh NIA, setelah program ini berakhir, pihaknya akan menerapkan RUU Imigrasi untuk memperberat sanksi keimigrasian serta memperketat upaya pelacakan setelah kondisi pandemi mereda.
Indonesia hentikan pengiriman PMI per 20 Maret
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia akan menghentikan sementara pengiriman PMI dan ABK mulai tanggal 20 sebagai upaya melindungi pekerja di dalam negeri dan mencegah penyebaran virus.
Editor: Jonathan
