SUBWAY dituding bahan roti tak penuhi standar+saus Thousand Island bermasalah
Roti lapisnya digemari pelanggan, SUBWAY terlibat skandal isu keamanan pangan
Jaringan restoran waralaba Subway merebut hati para pelanggan akhir-akhir ini berkat menu yang dapat disesuaikan melalui berbagai pilihan mulai dari jenis roti, daging, sayuran hingga saus. Namun kasus terkait bahan roti yang tidak memenuhi standar dan kandungan benzopiren dalam saus Thousand Island mereka telah menimbulkan keresahan di kalangan konsumen terkait isu keamanan pangan.
==Ibu Jiang // Pelanggan di Kota Taipei==
Kalau memang terbukti melanggar
Mengapa tidak disebutkan rincian pelanggarannya
Selagn beberapa waktu kemudian, (saya) mungkin baru berani beli
Mantan staf: Roti bukan ditarik karena isu transportasi laut, bahannya bermasalah
Seorang individu yang mengaku sebagai mantan karyawan Subway baru-baru ini mengungkapkan, roti Parmesan yang ditarik tanpa pemberitahuan pada akhir Agustus sebenarnya dihentikan penjualannya karena mengandung bahan yang tidak diizinkan oleh Taiwan, bertentangan dengan pernyataan operator mengenai masalah kepadatan transportasi maritim internasional. Selain itu, saus Thousand Island juga ditarik karena terlibat skandal minyak bermasalah. Menanggapi hal ini, Departemen Kesehatan Kota New Taipei menyatakan, telah mengerahkan petugas untuk melakukan pemeriksaan, namun sumber bahan baku masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.
==Yang Shu-chin // Kepala Divisi Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Kota New Taipei==
Dari hasil pemahaman awal, kabar bahwa produk bersangkutan
Diduga mengandung zat terlarang berupa kaskas (biji candu) adalah rumor
Jangan menyebarkan berita hoax agar tidak terjerat hukum
SUBWAY verifikasi 2 produk+bahan bakunya bermasalah, semuanya telah ditarik
Lewat pernyataan yang diumumkan di Facebook tanggal 17, Perusahaan Subway Taiwan mengonfirmasi adanya masalah pada kedua produk dan bahan bakunya, dan menyatakan bahwa semua produk terkait telah ditarik dari peredaran. Sementara itu, Departemen Kesehatan Kota New Taipei menegaskan telah mengutus staf untuk melakukan inspeksi tanggal 18 pagi, namun sumber bahan baku masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.
