Berisik, mabuk dan abaikan 3 kali teguran, PMA didenda oleh polisi di Kaohsiung
Bekas hotel jadi asrama dengan fasilitas makan, dihuni oleh lebih dari 500 PMA
Sebuah hotel tua 11 lantai yang sudah tutup di Jiuru Rd., Kaohsiung, kini diubah menjadi asrama untuk 500-an PMA. Sejumlah PMA asal Tailan minum-minum dan berisik di koridor gedung pada tanggal 10 malam hingga dini hari keesokan harinya, sehingga warga sekitar yang merasa terganggu memanggil polisi.
3 kali teguran polisi tak digubris, PMA dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku
Berulang kali memperingatkan PMA namun tak digubris, akhirnya polisi menjatuhkan sanksi denda sesuai hukum yang berlaku. Minimnya penerangan, ditambah dengan PMA yang sering berkumpul sehabis kerja di lokasi tersebut, memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan lingkungan. Pengawas asrama menyatakan manajemen telah diperkuat guna mencegah insiden serupa terulang lagi.
==Bapak Lu // Pengawas asrama PMA asal Tailan==
(Asrama) ditutup pukul 10 malam
Kemudian memeriksa apa yang dilakukan PMA (di dalam kamar) pada malam hari
Jauh dari kampung halaman, warga baru+PMA harapkan lebih banyak pengertian
Seiring perkembangan ekonomi dan perubahan struktur sosial, kini di Taiwan ada banyak warga baru dan PMA yang membawakan keberagaman budaya. Sebagai warga asing yang jauh dari kampung halaman dengan budaya yang berbeda, tentu saja mereka mendambakan pengertian serta kepedulian dari warga Taiwan.
==Nguyen Thi Huong//Ketua Asosiasi Kepedulian Warga Baru dan Pekerja Migran Kaohsiung==
Memberi mereka (pekerja migran) kesempatan berkumpul
Untuk berbagi pengalaman bekerja mereka di Taiwan
Atau apa yang mereka rasakan juga merupakan salah satu cara melepaskan stres
Kebisingan PMA jadi sorotan, polisi tingkatkan patroli demi ketenangan lingkungan
Isu kebisingan ini menuai perhatian publik terhadap kehidupan PMA di Taiwan. Ke depannya, polisi akan meningkatkan patroli dan mengingatkan PMA yang tinggal di asrama tersebut agar tidak lagi mengganggu ketenteraman lingkungan.
