Konflik antara polisi-warga terjadi tanggal 4 Juni di Mong Kok, HK
發布時間:
更新時間:

Polisi menggunakan pentungan untuk mengusir massa dalam insiden tarik-menarik. Keributan terjadi tanggal 6 Juni malam di kawasan Mong Kok, Hong Kong akibat larangan berkumpul dan beraktivitas dalam skala besar.
Kenang insiden 4 Juni, ribuan cahaya lilin terangi Victoria Park
Namun, banyak warga Hongkong yang berinisiatif menuju Victoria Park dengan menggenggam lilin untuk menghadiri peringatan 31 tahun Peristiwa 4 Juni. Lewat siaran langsung yang dimulai pk. 20:00 malam selama sembilan menit, Ketua Aliansi Hong Kong Pendukung Gerakan Demokratis Patriotik Tiongkok, Lee Cheuk-yan, menggalang warga untuk mengenang para korban yang tewas tahun 1989. Walau tak ada pembawa acara dan panggung, kegiatan di enam lapangan sepak bola Victoria Park yang diterangi ribuan cahaya lilin tersebut tetap berjalan lancar.
Demonstran Hong Kong berkata, “saya mungkin dapat didenda HKD 2.000. Ini adalah risiko hari ini. Tahun depan kami tidak tahu harus menanggung bahaya apa lagi.”
Warga tua-muda Hong Kong hadiri peringatan Peristiwa 4 Juni
Selain kawula muda, nenek berusia 70 tahun juga turut hadir.
Demonstran Hong Kong menyatakan, “kalangan ini telah teguh selama sekian tahun. Sekarang peraturan ini (larangan berkumpul) melarang kami melakukan hal ini. Semuanya diperketat, semuanya telah hancur.”
2 kelompok berseru: Revisi Peristiwa 4 Juni, Hong Kong merdeka
Aliansi yang setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan di Victoria Park tersebut menyerukan slogan untuk merevisi insiden 4 Juni. Namun di luar lokasi ada sekelompok generasi muda yang mendambakan Hong Kong merdeka. Tampaknya selama 30 tahun ini, kebijakan Tiongkok terhadap Hong Kong juga telah memengaruhi harapan dua generasi.
Peserta penyalaan lilin di Taipei dan HK hening cipta 64 detik
Seiring 31 tahun peringatan Peristiwa 4 Juni, warga Hong Kong di Taiwan juga melakukan kegiatan penyalaan lilin di Chiang Kai Shek Memorial Hall, Taipei. Peringatan ini turut dihadiri oleh pendiri Causeway Bay Books, Minami Lin dan penulis lirik Hong Kong, Albert Leung.
Editor: Jonathan
