Berkemah bersama anak di samping rel kereta Hutan Alishan, pengunjung didenda
Pengunjung nekat terobos zona lintasan, polisi jatuhkan sanksi sesuai peraturan
Sejak jalur Kereta Hutan Alishan beroperasi penuh pada Juli 2024, tak sedikit pengunjung yang nekat menerobos area lintasan, mengakibatkan seorang wanita tertabrak dan menyebabkan keterlambatan selama satu jam pada Desember lalu. Selain itu, jumlah pelanggaran pada September lalu bahkan mencapai tujuh kasus, disusul dua kasus lainnya pada Oktober. Walau frekuensi kasus serupa berangsur menurun, ada pengunjung yang tetap nekat mengambil risiko dengan harapan tidak tertangkap.
==Tseng Ching-hui // Kepala Bagian Pelayanan Perkeretaapian, AFRCH==
Hingga saat ini, kami telah melakukan 42 kali penertiban gabungan
Jumlah pelanggar mencapai 46 orang
Pelanggar dikenakan denda administratif dari NT$10.000
Hingga NT$50.000
Nekat berkemah di sisi rel Stasiun Erwanping, wisatawan diusir petugas
Selain pelanggaran memasuki kawasan terlarang di jalur kereta Hutan Alishan, sekelompok pendaki tertangkap mendirikan tenda di sisi rel kereta Stasiun Erwanping tanggal 31 Oktober. Masinis segera melaporkan tindakan berbahaya tersebut ke petugas stasiun.
==Bapak Su // Wisatawan==
Langsung berkemah di atas jalur kereta api seperti ini
Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini
==Ibu Chien // Wisatawan ==
Apalagi mereka juga membawa anak kecil
Ini benar-benar keterlaluan
Kejadian seperti ini harus ditindak tegas
Dilarang masuk rel, jembatan dan terowongan area operasional kereta
Demi keselamatan, pengelola kereta Hutan Alishan mengingatkan publik agar tidak nekat menerobos atau berfoto di dekat rel, jembatan dan terowongan yang merupakan kawasan operasional kereta. Bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Jalur Mianyue maupun Cagar Alam Windowsill Orchid (anggrek berdaun tunggal) diimbau naik kereta hingga Stasiun Zhaoping dan melanjutkan perjalanan lewat jalur resmi yang disediakan. Pengunjung diingatkan untuk tidak menerobos lintasan yang berisiko mengancam keselamatan jiwa.
