35 tenaga teknis Indonesia tiba di Taiwan dan direkrut sebagai staf Regent Taipei
Sempat magang saat kuliah, pekerja teknis beralih status jadi karyawan tetap
Sebanyak 35 pekerja teknis dari Indonesia yang tergabung dalam kloter pertama program “Perekrutan Tenaga Teknis Asing Lintas Negara” mengenakan seragam Hotel Regent Taipei. Saat kuliah, sebagaian besar dari mereka sempat menjalani magang di hotel dan kini kembali untuk menempati posisi purnawaktu.
==Artika // Staf Hotel Regent Taipei==
Saya memutuskan untuk kembali ke Taiwan karena
Saya berharap dapat meningkatkan kemahiran berbahasa
Tiga tahun kemudian, kalau pulang ke Indonesia
Saya (berharap) dapat mencari pekerjaan yang lebih baik
==Martin // Staf Hotel Regent Taipei==
(Alasan) mengapa saya hendak ke mari
Adalah karena warga Taiwan sangat baik
Mereka sangat baik terhadap saya
Gajinya juga lebih banyak (dibandingkan upah di Indonesia)
Tenaga teknis kloter pertama diharapkan jadi mitigasi krisis SDM yang dialami hotel
Dengan tibanya kloter pertama tenaga teknis dari Indonesia ini, operator industri perhotelan berharap dapat mengatasi krisis SDM di bidang jasa kuliner dan tata graha hotel.
60-an operator industri perhotelan ajukan permohonan guna rekrut 600-an pekerja
Berhubung ini bukan program perekrutan WNA semata, namun juga mewajibkan kenaikan upah pekerja lokal, tidak sedikit pelaku usaha yang mengambil sikap skeptis sambil mengamati situasi. Saat ini, ada 60-an operator industri perhotelan yang telah mengajukan permohonan, dengan total kebutuhan SDM melampaui 600 orang.
==Huang Wei-cheng // Wakil Kepala Pusat Perekrutan Tenaga Kerta Lintas Negara MOL==
Bergabungnya pekerja teknis asing
Yang memiliki keterampilan profesional dan kemampuan berbahasa
Akan membantu sektor industri perhotelan di Taiwan
Dan menjadi daya stabilisasi bidang layanan jasa
Operator serukan penambahan sumber negara PMA, MOL: Akan diupayakan
Menanggapi desakan dari sebagian operator untuk mendatangkan pekerja dari lebih banyak negara guna mengatasi krisis SDM pada sektor pariwisata dan perhotelan, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menyatakan akan terus bekerja sama dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) untuk membantu para pelaku usaha.
