Buruh Filipina protes HTC melakukan pemalsuan tandatangan

發布時間: 更新時間:
Buruh Filipina protes HTC melakukan pemalsuan tandatangan
 
    Puluhan buruh migran Filipina yang bekerja di perusahaan HTC mengadakan aksi protes di depan kantor Google, Taipei, Minggu, 3 Mei, memprotes dilakukannya pembujukan oleh HTC pada 200an buruh migran untuk berhenti kerja secara sukarela, setelah berlangsungnya merging antara departemen smartphone HTC dan Google tahun lalu.
    Seorang buruh Filipina, Jean, mengatakan, “Saat ini ada sekitar 200-300 buruh Filipina berhenti kerja dan pulang ke Filipina. Saya kurang yakin akan jumlah ini. Syarat yang diberikan perusahaan adalah uang kompensasi sebanyak 60.000 dolar.”
 
    Para buruh migran mengutarakan, HTC mengklaim tidak ada rencana PHK, tapi kenyataannya meminta para buruh migran pulang kampung lebih awal dari masa kontrak. Mereka juga mengecam HTC melakukan pemalsuan tandatangan untuk menghapuskan sejumlah pasal menguntungkan hak buruh, termasuk pemberian biaya akomodasi dan pembayaran tiket pulang pergi.
    Direktur Service Center and Shelter for Migrant Workers Lennon Wong mengetengahkan, “Banyak buruh migran menemukan tandatangan di atas sama sekali bukan milik mereka. Cap jempol juga sama sekali bukan punya mereka.”
 
    Organisasi buruh meminta HTC, andaikata hendak mem-PHK, seharusnya menghormati keinginan buruh migran, memulangkan semua biaya akomodasi, juga menyerukan Google, selaku pihak yang bekerja sama dengan HTC, juga memikul sebagian tanggung jawab manajemen. 
    Terhadap klaim HTC bahwa mereka tidak pernah melakukan PHK secara sembarangan, dan semua dokumen kontrak ditangani berdasarkan hukum, pihak buruh berkemungkinan kembali mengadakan aksi protes saat HTC menggelar rapat pemilik saham.
 
Editor: Maidin Hindrawan
 
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。