Hari Pencegahan Bencana Nasional, sekolah gelar simulasi evakuasi
Sekolah adakan simulasi evakuasi gempa+aktifkan mekanisme penanganan korban
Simulasi memperagakan penanganan korban massal usai gempa kuat, termasuk siswa cedera akibat tertimpa reruntuhan. Korban luka berat dievakuasi menggunakan tandu, sementara yang mengalami luka ringan diarahkan ke pos medis untuk dibalut. Prosedur triase diterapkan guna mengelompokkan serta mempercepat penanganan medis sesuai tingkat keparahan korban.
Guru dan siswa dievakuasi ke area terbuka, siswa difabel dibantu
Seluruh guru dan siswa serentak melarikan diri ke lapangan olahraga dengan pelindung kepala guna mengantisipasi gempa susulan. Siswa dengan keterbatasan mobilitas dievakuasi bersama oleh guru dan staf sekolah.
Presiden pantau simulasi guna melatih kemampuan tanggap darurat siswa difabel
Pagi ini Presiden Lai Ching-te meninjau langsung simulasi kesiapsiagaan bencana guna melatih kesiapan dan respons siswa difabel dalam menghadapi kondisi darurat.
==Lai Ching-te // Presiden==
Pelaksanaan simulasi di sekolah umum saja sudah bisa dikatakan cukup berat
Apalagi bagi sekolah luar biasa
Hari Pencegahan Bencana Nasional, warga diingatkan periksa tas darurat
Pada pukul 09.21 pagi, alarm ponsel warga berbunyi dan muncul pesan “Simulasi Hari Pencegahan Bencana Nasional Tahun 115”, lalu disusul uji coba peringatan tsunami di kawasan pesisir pada pukul 09.30. Masyarakat diimbau memanfaatkan momentum ini untuk mengecek kembali tas darurat, menentukan lokasi berkumpul serta cara berkomunikasi saat bencana.
Jika terjadi bencana, pesan peringatan tidak akan mencantumkan kata "Simulasi"
Memperingati 27 tahun Gempa 921 (21 September), Pusat Seismologi CWA (Administrasi Cuaca Pusat) mengingatkan bahwa pesan peringatan saat bencana terjadi tidak akan memuat kata “simulasi”. Masyarakat diminta memanfaatkan waktu emas untuk mengevakuasi diri.
