Orang dekat CEO Nvidia terlibat spionase, diduga kumpulkan informasi untuk Beijing

發布時間: 更新時間:
Orang dekat yang berhubungan erat dengan CEO Nvidia, Jensen Huang diduga terlibat kasus spionase. Menurut laporan media The New York Times, badan intelijen Amerika menemukan bahwa seorang mantan eksekutif senior pusat data di Singapura diduga mengumpulkan informasi penting untuk Beijing. Berhubung ia pernah mengunjungi Taiwan beberapa kali, Kementerian Dalam Negeri menegaskan, pelanggar hukum keamanan nasional berpotensi dideportasi dari Taiwan.

CEO Nvidia Jensen Huang pernah beberapa kali berkunjung ke Taiwan. Kerja sama eratnya dengan rantai pasokan industri semikonduktor Taiwan yang memanfaatkan momentum perkembangan AI selalu menjadi sorotan publik. Namun, menurut laporan The New York Times, badan intelijen AS tengah memantau seorang mantan eksekutif senior pusat data Nvidia di Singapura yang memiliki hubungan dekat dengan Jensen Huang. Pejabat AS menilai bahwa pria bermarga Huang itu merupakan mata-mata Tiongkok yang bertugas mengumpulkan informasi intelijen untuk Beijing, dan mengungkapkan kekhawatiran karena Jensen Huang memiliki akses untuk kontak dengan Presiden AS Donald Trump.

Pria terkait pernah beberapa kali berkunjung ke Taiwan, MAC: Situasi terus dipantau

Pria tersebut telah beberapa kali berkunjung ke Taiwan dan menghadiri jamuan makan bersama Jensen Huang. Atas hal ini, Dewan Urusan Daratan (MAC) menyatakan pihaknya tengah memantau perkembangan, sementara Kementerian Dalam Negeri (MOI) menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran terhadap hukum keamanan nasional Taiwan, proses hukum akan dijalankan sebelum deportasi dilakukan.

==Liu Shyh-fang // Menteri Dalam Negeri==
Jika ia dipastikan melanggar hukum terkait keamanan nasional Taiwan
Atau UU Antiinfiltrasi
Kami di Taiwan
Akan memprosesnya berdasarkan hukum Taiwan terlebih dulu
Setelah itu baru akan mempertimbangkan kapan melakukan deportasi

Drone militer Taiwan diduga pakai cip Tiongkok, pasutri pemilik perusahaan ditahan

Sementara itu, muncul juga kercurigaan bahwa drone militer Taiwan menggunakan cip buatan Tiongkok. Perusahaan teknologi drone Align, yang pernah menguasai sekitar 70% pangsa pasar global, diduga menggunakan cip buatan Tiongkok dalam proyek pengadaan militer, tetapi mengklaimnya sebagai produk yang memenuhi spesifikasi kontrak. Kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran pelaksaan kontrak, tapi juga berkaitan langsung dengan keamanan rantai pasokan industri pertahanan Taiwan. Pasutri pemilik perusahaan telah dijatuhkan penahanan inkomunikado.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。