Peringatan Hari Retrosesi, media Tiongkok dorong narasi unifikasi
==Xi Jinping (2019) // Presiden Tiongkok==
Seiring peringatan Hari Retrosesi, Taiwan kembali ke pangkuan tanah air
Tiongkok propaganda unifikasi, militer Taiwan meluruskan sejarah
Di tengah peringatan Hari Retrosesi dan perang perlawanan terhadap Jepang tahun 1945, media pemerintah Tiongkok, Xinhua, menayangkan ulang pernyataan Presiden Xi Jinping tahun 2019 tentang unifikasi atau penyatuan, sementara CCTV merilis citra wilayah Taiwan yang direkam satelit Jilin-1. Tiongkok memanfaatkan Hari Tetrosesi untuk melancarkan propaganda penyatuan. Militer Taiwan menanggapinya dengan merilis video di internet sebagai wujud perlawanan.
==Shen Yu-chung // Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan (MAC)==
Pada 25 Oktober 1945
Republik Rakyat Tiongkok sama sekali belum terbentuk
Jadi tanggal tersebut tidak layak diperingati oleh mereka
Mereka tidak memiliki hak untuk memperingatinya
Pakar: Pemerintah suarakan visi di kancah global guna lawan distorsi sejarah RRT
Untuk melawan manuver politik Tiongkok, Kementerian Pertahanan dan Dewan Urusan Daratan Taiwan merilis video animasi dan wawancara, menegaskan bahwa kemenangan perang perlawanan 1945 dipimpin oleh R.O.C. saat Republik Rakyat Tiongkok belum berdiri. Sementara itu, akademisi menyoroti pernyataan Departemen Luar Negeri AS September tahun lalu, yang menyebut dokumen Perang Dunia II tidak menetapkan status politik akhir Taiwan. Pemerintah Taiwan dinilai perlu terus menyuarakan fakta ini agar dunia mengetahui adanya distorsi sejarah.
==Chen Shih-min // Wakil Profesor Departemen Ilmu Politik Universitas Nasional Taiwan==
Terlihat jelas bahwa Beijing saat ini
Sengaja membangun sebuah propaganda berskala besar
Untuk menyebarkan narasi bahwa Taiwan telah kembali ke pangkuan Tiongkok
Yang artinya Taiwan merupakan bagian dari Tiongkok
4 kapal perangTiongkok terdeteksi melintasi Selat Bashi dalam formasi militer
Selain melancarkan propaganda, kapal perang Tiongkok kembali melakukan gangguan pasca taifun. Laman TaiwanADIZ memperlihatkan empat kapal perang Tiongkok berlayar dalam formasi di Selat Bashi. Sementara itu, Dewan Urusan Daratan (MAC) merilis data yang mencatat 461 warga Taiwan hilang kontak atau dibatasi kebebasannya saat berada di Tiongkok.
