Tekanan perekonomian membuat 11% lansia di atas 65 tahun masih aktif bekerja
Per Agustus, kalangan lansia di atas 65 tahun mencapai 20,62% dari total populasi
Taiwan memasuki struktur masyarakat super lansia. Jumlah populasi lansia di atas usia 65 tahun per Agustus 2026 telah mencapai 4,79 juta jiwa, melampaui 20% dari total populasi. Lansia yang masih aktif bekerja sering dijumpai di atas jalan atau dalam gang.
==Pemilik toko di Kota Taipei==
Panas, jadi sekarang tidak ada yang mau kerja di sini
Sekarang yang masih aktif bekerja di sini cuma mareka yang berusia lanjut
==Pedagang di Kota Taipei==
Bisnisnya kurang lebih begitulah, anggap saja sedang olahraga
Populasi lansia melonjak, 50% terpaksa bekerja akibat tekanan perekonomian
Survei Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) menunjukkan, skala angkatan kerja pada lansia 65 tahun ke atas mencapai 11%, yang berarti satu dari 10 lansia masih aktif bekerja. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 1,95 poin persentase dalam kurun waktu lima tahun sejak 2021. Survei Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menunjukkan, lebih dari 50% lansia terpaksa bekerja akibat dorongan "kebutuhan finansial", sementara 12% lainnya bekerja untuk "menghindari kebosanan" atau "mengisi waktu luang".
Populasi anjlok selama 33 bulan berturut-turut, timbulkan tekanan pada pasar SDM
Kementerian Dalam Negeri (MOI) juga mengumumkan, populasi Taiwan telah mengalami pertumbuhan negatif selama 33 bulan berturut-turut dan berkurang hampir 100.00 jiwa dalam setahun terakhir menjadi sekitar 23,21 juta orang pada akhir September 2026. Hal ini turut memberikan tekanan tambahan pada pasar tenaga kerja.
==Liu Yu-yi // Kepala Divisi Ketenagakerjaan bagi Penyandang Disabilitas, Badan Pengembangan Ketenagakerjaan, MOL==
Majikan mengizinkan para pekerja untuk menunda masa pensiun
Guna mendorong majikan terus memakai jasa pekerja yang telah capai usia pensiun
Kami akan memberikan bonus kepada mereka
Pemerintah diimbau perkuat mekanisme tunjangan hari tua+program dana pensiun
Seiring dengan kemajuan teknologi, pekerja lansia menghadapi risiko yang semakin besar untuk tergantikan dari profesinya. Pakar juga menyerukan pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai mekanisme, seperti asuransi ketenagakerjaan, tunjangan hari tua dan sistem dana pensiun untuk menilai apakah mekanisme terkait mampu menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh otomatisasi dan industri kecerdasan buatan (AI) terhadap kalangan pekerja lansia.
