Peneliti penyakit pes tewas, otoritas Rusia karantina pihak yang lakukan kontak fisik

發布時間: 更新時間:
Kasus kematian terkait dugaan penyakit pes pada seorang peneliti wanita dilaporkan di Siberia, Rusia. Korban meninggal akibat pneumonia usai mempelajari penyakit pes. Pihak berwenang setempat telah mengarantina pihak yang memiliki kontak fisik dan menutup akses ke rumah sakit terkait. Sementara Taiwan akan memperketat pemeriksaan suhu tubuh dan protokol karantina di bandara dan pelabuhan.

Rusia: Korban tertular pes usai pecahkan tabung reaksi merupakan kabar angin

Seorang peneliti wanita berusia 28 tahun di sebuah institut penelitian penyakit pes di Rusia baru-baru ini meninggal akibat pneumonia. Profesi korban yang berkaitan erat dengan penyakit pes sempat memicu kekhawatiran publik. Pihak berwenang pun menutup akses ke rumah sakit tempat ia dirawat dan mengarantina sekitar 200 orang yang sempat melakukan kontak dengannya. Walau beredar rumor daring bahwa ia tertular pes setelah memecahkan tabung reaksi, pejabat kesehatan Rusia mengklarifikasi bahwa saat ini tidak ada bukti yang mengaitkan kematiannya dengan penyakit tersebut. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri “Yersinia pestis” ini sempat memicu Wabah Hitam (Black Death) dan merenggut nyawa hampir separuh populasi Eropa pada abad ke-14. Pakar menyampaikan, wabah pes pneumonik berisiko menular antar manusia dan dapat diobati dengan antibiotik. Kendati demikian, setelah diterpa pandemi COVID-19, setiap negara tetap bersiaga penuh.
 

本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。