Diduga pakai PMA untuk gantikan pekerja mogok, Kuai Kuai dilaporkan ke MOL
Khawatir lahan yang dijual berdampak pada pekerja, serikat buruh gelar aksi mogok
Meski diguyur hujan deras, para pekerja menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL). Dipicu penjualan lahan pabrik produsen makanan ringan Kuai Kuai di Zhongli yang mengancam nasib buruh, serikat resmi memulai aksi mogok kerja sejak 2 Oktober.
Protes PMA masuk pabrik, serikat buruh sepakat mogok tanpa batas waktu
Serikat buruh mengritik perusahaan induk Santi Group yang meraup untung besar dari penjualan lahan pabrik Kuai Kuai ke ASE Group, namun mengabaikan nasib pekerja operasional. Perusahaan dinilai terkesan plin-plan terkait rencana pemindahan pabrik tanpa adanya kesepakatan tertulis dalam perundingan. Tensi semakin memanas setelah pihak agen dua kali membawa pekerja migran ke area piket mogok kerja. Serikat memutuskan untuk menggelar mogok kerja tanpa batas waktu dan mendatangi MOL untuk menuntut keterlibatan langsung ketua dewan direksi perusahaan.
==Peng Gui-mei // Pengurus Serikat Buruh Kuai Kuai==
Lokasi yang dikatakan akan dibangun pabrik baru berubah terus
Jelas terlihat sejak lahan dijual
Kepentingan kami sebagai pekerja sama sekali tidak dipertimbangkan
TIWA jelaskan hak mogok kepada PMA, tapi masuknya PMA di pabrik jadi sorotan
Pasca munculnya PMA yang dibawa agen ke area pabrik, Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA) mendatangi lokasi dengan selebaran berbahasa Indonesia dan Vietnam guna memandu mereka memahami situasi aksi mogok serta hak-hak ketenagakerjaan.
Aksi mogok kerja berlanjut, stok produk Kuai Kuai dikabarkan sisa tiga minggu
Aksi mogok masih bergulir di tengah ancaman produk Kuai Kuai yang diperkirakan habis dalam tiga minggu. Pihak perusahaan mengklaim telah beberapa kali melakukan perundingan dengan serikat dan siap menjamin tidak ada PHK selama dua tahun dan berkomitmen membangun pabrik baru di Taoyuan. Perundingan lanjutan akan digelar di bawah pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
