Banjir dahsyat Tiongkok-Nepal tewaskan 469 jiwa, lebih dari 1.400 orang hilang
Bak hari kiamat, pergeseran gletser berkaitan erat dengan pemanasan global
Sungai Trishuli di Kabupaten Nuwakot, Nepal, adalah kawasan yang terdampak parah oleh banjir dan longsor kali ini. Alat berat dan anjing pelacak menyisir kedua sisi di tepi sungai yang tertutup lumpur. Penyintas setempat menggambarkan terjangan dahsyat air bah yang disertai bebatuan dan lumpur laksana ledakan bom.
==Penyintas banjir di Nepal==
Banjir bandang tiba-tiba menerjang, persis seperti bom yang meledak
Dari kejauhan, sungai tampaknya kecil
Tetapi dalam seketika, air meluap dan menenggelamkan seluruh kawasan ini
Wisatawan dari 30-an negara hilang kontak, Korsel kirim tim tanggap darurat
Hingga saat ini, 700-an turis mancanegara masih belum diketahui keberadaannya, terutama turis dari India, Amerika Serikat, Australia, Kanada, serta 9 warga Korea Selatan. Berbagai negara dan organisasi internasional mulai menyalurkan bantuan. Perdana Menteri Tiongkok, Li-Qiang turun ke lokasi bencana di Tibet untuk memberikan instruksi secara langsung. Korea Selatan mengerahkan tim tanggap darurat beranggotakan 11 petugas. India, PBB, Uni Eropa, Bank Dunia dan Amerika pun siap memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada Nepal.
==Wartawan vs. Presiden Amerika Serikat Donald Trump==
(Apa tanggapan Anda terkait warga Amerika yang hilang kontak di Nepal?)
Bencana ini sangat mengerikan. Kami telah menghubungi Nepal
Dan berkomitmen memberikan semua bantuan yang mereka butuhkan
Runtuhnya gletser picu efek berantai, aliran deras sebabkan bencana parah
Bencana parah ini bukan sekadar tanah longsor biasa, melainkan berawal dari runtuhnya gletser di atas ketinggian 5.000 meter, yang meluncur deras ke bawah, dan menyapu sejumlah besar sedimen, hingga membentuk aliran kerikil dan pasir berkecepatan tinggi, kemudian menerjang sepanjang lembah dan menimbulkan kerusakan parah.
==Simon Cox // Ahli Geologi Selandia Baru==
Dalam waktu singkat, kecepatannya bisa melesat jauh melampaui 100 km/jam Bahkan terkadang mencapai 200 km/jam
Apa saja merintangi jalannya akan terseret masuk
Lalu terdorong keluar dari bagian depan
Mereka (aliran gletser ini) bisa menjadi sangat dahsyat
Pemanasan global picu runtuhnya gletser, risiko bencana ekstrem meningkat
Menurut laporan PBB tahun 2023, kawasan Pegunungan Himalaya di Nepal telah kehilangan hampir sepertiga volume es dalam 30 tahun terakhir. Pakar memperingatkan, pemanasan global kian mempercepat pencairan gletser, sehingga frekuensi ancaman bencana ekstrem berantai mencakup longsor bebatuan, gletser runtuh, danau penghalang jebol akan semakin meningkat.
