24H直播

Kurangi emisi metana+tata kondisi kumuh, pemerintah tutup TPA terbesar setempat

發布時間: 更新時間:
Menyusul insiden nahas yang menewaskan tujuh korban bulan Maret lalu, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk menutup tempat pembuangan akhir (TPA) terbesar setempat guna mengatasi kondisi lingkungan kumuh dan mengurangi emisi gas metana. Hal ini memicu kekhawatiran para pemulung yang bergantung kepada TPA untuk mencari nafkah sehari-hari.

Penutupan TPA terbesar berimbas terhadap 600.000 pemulung sampah lokal

Sambil memikul keranjang besar, pemulung memilah sampah di kaki gunung sampah. TPA terbesar di seluruh Indonesia seluas 110 hektar ini terletak di pinggiran Jakarta. Di sana, lebih dari 4.000 orang mengumpulkan barang daur ulang seperti mainan bekas, kardus, botol dan mendapatkan penghasilan sekitar NT$350 per hari. Namun, guna mengurangi emisi metana dan membenahi lingkungan kumuh, pemerintah Indonesia akan menutup TPA ini per Agustus, membuat banyak pemulung khawatir kehilangan sumber penghasilan.

TPA didirikan pada 1989, pabrik pengolahan gas metana sudah rusak dan ditutup

Beroperasi pada 1989, TPA bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam membangun fasilitas pengolahan metana di sekitar lokasi. Namun, setelah kontrak berakhir, sebagian besar sarana pengolahan metana rusak dan tidak beroperasi lagi.

Pakar: Terapkan mekanisme pemilahan guna mencegah penumpukan sampah

Saat ini, pemerintah Indonesia berencana mengalokasikan dana setidaknya Rp200 miliar untuk menutupi tumpukan sampah dengan terpal kedap air sebagai langkah penghentian operasional TPA ini. Namun, pakar lingkungan menilai, guna mencegah penumpukan sampah yang semakin menggunung, hal mendasar yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah meninjau ulang kebijakan secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga daur ulang sumber daya secara sistematis.
 

您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。