Kurangi emisi metana+tata kondisi kumuh, pemerintah tutup TPA terbesar setempat
Penutupan TPA terbesar berimbas terhadap 600.000 pemulung sampah lokal
Sambil memikul keranjang besar, pemulung memilah sampah di kaki gunung sampah. TPA terbesar di seluruh Indonesia seluas 110 hektar ini terletak di pinggiran Jakarta. Di sana, lebih dari 4.000 orang mengumpulkan barang daur ulang seperti mainan bekas, kardus, botol dan mendapatkan penghasilan sekitar NT$350 per hari. Namun, guna mengurangi emisi metana dan membenahi lingkungan kumuh, pemerintah Indonesia akan menutup TPA ini per Agustus, membuat banyak pemulung khawatir kehilangan sumber penghasilan.
TPA didirikan pada 1989, pabrik pengolahan gas metana sudah rusak dan ditutup
Beroperasi pada 1989, TPA bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam membangun fasilitas pengolahan metana di sekitar lokasi. Namun, setelah kontrak berakhir, sebagian besar sarana pengolahan metana rusak dan tidak beroperasi lagi.
Pakar: Terapkan mekanisme pemilahan guna mencegah penumpukan sampah
Saat ini, pemerintah Indonesia berencana mengalokasikan dana setidaknya Rp200 miliar untuk menutupi tumpukan sampah dengan terpal kedap air sebagai langkah penghentian operasional TPA ini. Namun, pakar lingkungan menilai, guna mencegah penumpukan sampah yang semakin menggunung, hal mendasar yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah meninjau ulang kebijakan secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga daur ulang sumber daya secara sistematis.
